Jumat, 20 September 2013

Sejarah Negeri China

SEJARAH NEGERI CHINA
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi


Sejarah membuktikan bahwa China merupakan sumber peradaban bagi banyak bangsa yang hidup di Asia Timur, seperti Korea, Jepang, dan Vietnam yang berada dalam lingkaran budaya China. Namun tidak sampai di sana saja pengaruh China, karena pancaran cahaya peradaban tersebut juga mencapai Tibet, Mongolia, Asia Tengah, dan Asia Tenggara. Perjalanan sejarah China memiliki proses yang sangat panjang dimulai dari zaman prasejarah, zaman dinasti, sampai pada berdirinya China baru yaitu dimulainya Pemerintahan Republik China.
Kondisi geografis China memiliki keadaan yang heterogen (berbeda), (1) Dataran tinggi di bagian barat daya China dengan rangkaian pegunungan tinggi yakni Himalaya, (2) Padang rumput (stepa) di bagian utara China, (3) Pantai yang membentang dari muara sungai Amur serta memanjang ke selatan, (4) dan daerah-daerah subur terletak di banyak aliran-aliran sungai besar seperti sungai Sungari dan Lao di Manchuria, sungai kuning di dataran rendah China tengah, sungai Yangzi, Dataran rendah Kanton, dan sungai Merah di Vietnam.
Bahasa di daratan China dan sekitarnya terjadi persebaran para pengguna bahasa tersebut yaitu, rumpun bahasa Altai di antara Siberia dan China utara, bahasa korea dan jepang, rumpun bahasa Sino-Tibet di dataran tinggi Himalaya, rumpun bahasa Austro-Asia di daerah Yunnan, dan rumpun bahasa Melayu-Polinesia di daerah Taiwan.
Keadaan etnografi di China terjadi pula keberagaman. Etnis terbesar adalah etnis Han atau Tionghoa. Etnis tionghoa tersebar di daratan China, sekitarnya, bahkan di Vietnam, Myanmar, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan lain-lain. Selain etnis tionghoa, juga ada etnis Tibet (Zang), Uigur (Hui), Manchuria, Mongol, dan lain-lain.
Mata pencarian di China tergantung keadaan alam di daerah masing-masing, seperti bidang pertanian di daerah subur tepian sungai, bidang peternakan di daerah stepa (padang rumput), sementara penduduk dataran tinggi Himalaya hidup baik dari pertanian maupun peternakan.
Zaman prasejarah di China ditandai dengan ditemukannya fosil Sinanthropus pekinensis pada tahun 1923 di Zhoukoudian dekat Beijing. Kebudayaan-kebudayaan prasejarah di China pun ada banyak di antaranya ialah (1) Kebudayaan keramik dan gerabah Yangshao dan Longshan, (2) Kebudayaan Dawenkou dengan ciri pembuatan bejana-bejana keramik berkulit tipis, (3) Kebudayaan Majiabang dengan peninggalan keramik merah dan kelabu yang memiliki pola tali, garis, kurva, dan lain sebagainya, (4) Kebudayaan Liangzhu dengan ciri batu giok berkualitas sebagai peninggalannya, dan (5) Kebudayaan Majiayao yang memiliki peninggalan berupa keramik merah sebagai alat-alat rumah tangga yang kaya akan pola yang bermacam-macam.

Berbicara tentang sejarah Cina, pasti tidak akan lepas dengan banyaknya dinasti yang menghiasi setiap zaman kesejarahan Cina. Berikut beberapa intisari dari bab-bab yang penulis kutip dari buku History of China yang ditulis oleh Ivan Taniputera.

A.    Dinasti Xia (Berawalnya Sistem Dinasti)
Dinasti Xia sebagai dinasti pertama dalam sejarah Tiongkok berlangsung hampir 500 tahun antara abad ke-21 dan ke-16 sebelum masehi. Wilayah sentral kekuasaannya terletak di sekitar bagian selatan Provinsi Shanxi Tiongkok Utara dan bagian barat Provinsi Henan Tiongkok Tengah. Pendiri Dinasti Xia, Da Yu adalah tokoh pahlawan sejarah yang berhasil menjinakkan banjir dan memberi kehidupan tenteram kepada rakyat. Konon, Da Yu berhasil menjinakkan Sungai Kuning yang hampir setiap tahun meluap sehingga mendapat dukungan rakyat marga dan pada akhirnya mendirikan Dinasti Xia. Berdirinya Dinasti Xia menandakan masyarakat primitif yang panjang telah digantikan oleh masyarakat sistem milik pribadi, sejak itu Tiongkok telah memasuki masyarakat sistem perbudakan.
Pada masa akhir Dinasti Xia, kekacauan politik berkecamuk dalam Keluarga Kerajaan Xia dan kontrdiksi klas semakin meruncing. Khususnya Raja Xia Jie, raja terakhir Dinasti Xia setelah naik takhta hanya tahu berfoya-foya tanpa memikirkan perbaikan pemerintahan. Setiap hari ia cuma tahu minum arak dan main-main dengan selirnya tanpa peduli akan penderitaan rakyat. Menteri yang berani mengajukan nasihat segera dibunuhnya. Maka, negara-negara kepangeranan dari Dinasti Xia beramai-ramai melakukan pemberontakan. Pada saat itulah, salah satu negara kepangeranan bernama Shang mengambil kesempatan untuk menyerang pasukan Raja Xia Jie dan akhirnya berhasil mengalahkannya. Xia Jie kemudian meninggal dalam perajalanan pelariannya di Nan Cao dan tamatlah sejarah Dinasti Xia.

B.     Dinasti Shang (1766-1122 SM): Masuknya China ke Zaman Sejarah
Dinasti Shang merupakan dinasti yang pertama dicatat dalam dokumen sejarah di China. Dinasti Shang yang bersejarah 600 tahun itu dimulakan kira-kira pada Abad ke-16 sebelum Masihi, ibu kotanya selalu dipindahkan dan akhirnya ditetapkan di kawasan sekitar Anyang, provinsi Henan sekarang. Pengkajian arkeologi menunjukkan bahawa tamadun China telah berkembang pada awal Dinasti Shang dan telah munculnya tulisan kulit kura-kura dan kebudayaan perunggu pada zaman itu. Tulisan kulit kura-kura itu ditemui oleh penghuni kampung Xiaotun di kawasan barat laut Anyang, provinsi Henan pada awal abad ke-20. Kampung itu dipastikan sebagai Runtuhan Yin yang merupakan ibu kota Dinasti Shang pada zaman dahulu.
Penemuan Runtuhan Yin itu bererti penting dalam usaha arkeologi di China pada abad ke-20. Banyak barang-barang artifak yang berharga ditemui di Runtuhan Yin, antaranya kulit kura-kura dan tulang binatang yang bertulis, barang-barang perunggu dan lain-lain. Selain itu, teknik peleburan perunggu telah berkembang maju pada Dinasti Shang. Antara barang-barang perunggu yang ditemukan di Runtuhan Yi itu termasuk sebuah tungku yang beratnya 875 kilogram itu merupakan karya unggul dalam peleburan perunggu di China. Berdasarkan kajian arkeologi, konsep negara dan sistem pribadi telah wujud pada Dinasti Shang tersebut.

C.    Dinasti Zhou (1122-256 SM): Lahirnya Para Filosof Besar
Raja terakhir Dinasti Shang, Di Xin adalah merupakan seorang penguasa yang kejam, sebagaimana halnya Jie, raja terakhir Dinasti Xia. Dengan tanpa memperdulikan kekacauan yang terjadi di negaranya, ia memerintahkan pembangunan istana dan taman-taman yang indah. Untuk menekan orang-orang yang tidak bersedia patuh padanya, dipergunakanlah alat-alat penyiksaan yang mengerikan, kekacauan di tengah masyarakat pun makin menjadi-jadi.
Zhou, sebuah negeri di daerah perbatasanpun menjadi makin maju. Ia semakin bertambah kuat di bawah pemerintahan Raja Wen. Tatkala Raja Wen wafat, maka puteranya, Ji Fa, menggantikannya memerintah negeri tersebut dengan gelar Raja Wu. Pada tahun 1122 SM dengan disertai oleh Jiang Shang dan Zhou Dan, Raja Wu melakukan serangan untuk menghukum kelaliman Dixin. Pada saat itu, tentara Shang yang telah banyak menderita akibat ulah raja mereka sendiri, berbalik mendukung Raja Wu dan bersama-sama berbaris menuju ibu kota Shang. Di Xin bunuh diri dan berakhirlah Dinasti Shang.
Secara tradisional Dinasti Zhou dibagi menjadi empat periode sebagai berikut: Zhou Barat, yang beribukotakan di Houjing, berkuasa hingga tahun 711 SM, Dinasti Zhou Timur yang memindahkan ibu kotanya ke sebelah timur (kota Luoyang sekarang), ChunQiu [Jaman Musim Semi dan Rontok] (770-476 SM), dan ZhanGuo [Masa Perang Antar Negeri] (475-221 M). Dinasti Zhou merupakan dinasti yang terlama memerintah di Tiongkok, yakni sekitar 800 tahun dan terkenal oleh karena pencapaiannya dalam bidang filosofis.
Pada masa dinasti ini lahirlah para filosof yang terkemuka, seperti misalnya: Lao Zi, Kong Zi (yang terkenal di Barat dengan sebutan Confucius di-Indonesiakan sebagai Konfusius atau Khonghucu), Meng Zi (lebih terkenal di Barat dengan sebutan Mencius di-Indonesiakan sebagai Mensius), dan lain sebagainya. Namun yang terpenting dari semua ahli filsafat itu memang hanya tiga yakni: Lao Zi, Kong Zi dan Meng Zi.
Selain ketiga ahli filsafat terkemuka tersebut, terdapat pula aliran filsafat yang cukup penting, yakni legalisme (Fajia).Barangkali sebelum melanjutkan pembahasan, kita perlu mempelajari secara ringkas riwayat dan ajaran masing-masing ahli filsafat terkemuka tersebut. Selain itu kita juga akan membahas mengenai aliran Fajia (legalisme), karena akan berperanan penting terhadap penyatuan Tiongkok di bawah Dinasti Qin.
D.    Dinasti Qin (221-206 SM)
Antara tahun 230 – 221 SM, mulailah usaha Zheng untuk menaklukkan seluruh Tiongkok. Pada tahun 221 SM usaha ini berhasil dan ia mendirikan dinasti baru sebagai pengganti Dinasti Zhou serta menggelari dirinya sebagai Qin Shihuangdi, yang berarti “Kaisar Pertama dari Dinasti Qin”.
Karena kekejaman raja, Dinasti Qin tidak bertahan lama, dan hanya berlangsung selama dua generasi. Kaisar Zheng wafat pada tahun 210 SM saat sedang dalam perjalanan. Seharusnya yang ditunjuk sebagai pengganti adalah putera pertama kaisar yang bernama Fu Su. Namun Li Si, penasehat kaisar memalsukan surat perintah yang isinya memerintahkan agar Fu Su melakukan bunuh diri. Li Si kemudian merekayasa agar putera kedua raja, yang bernama Hu Hai naik tahta dan bergelar Er Shihuangdi (Kaisar Kedua). Pada jamannya terjadi penindasan yang lebih besar terhadap rakyat dengan jalan menaikkan pajak. Para petani yang telah menderita hidupnya di bawah Dinasti Qin melakukan pemberontakan, dimana pemberontakan – pemberontakan ini kemudian semakin meluas bagaikan cendawan di musim hujan.

E.     Dinasti Han (206 SM-221 M)
Liu Bang kemudian berhasil naik tahta dan mendirikan dinasti baru yang bernama Han (206 SM – 221 M). Ia bergelar Han Gaozu (206 – 195 SM). Para ahli membagi Dinasti Han ini menjadi dua, yakni Han Barat, yang beribu kota di Chang an dan Han Timur yang beribu kota di Luoyang. Dinasti Han ini sempat ter putus sejenak oleh kudeta dari Wang Mang, dimana ia mendirikan Dinasti Xin (9 – 25) yang berumur singkat. Tetapi kemudian Kaisar Han Guangwu (25 – 57) yang juga terkenal dengan sebutan Guang Wudi berhasil merestorasi kembali Dinasti Han. Oleh karena itu Dinasti Han sebelum pemberontakan Wang Mang disebut dengan Dinasti Han Barat dan Dinasti Han sesudahnya disebut dengan Han Timur.
Dinasti Han ini cukup terkenal dalam sejarah Tiongkok karena beberapa penemuan pentingnya. Kertas sebagai contoh ditemukan pada tahun 105 M oleh seorang sarjana yang bernama Cai Lun saat pemerintahan Kaisar Han Hedi (88 – 106). Penemuan kertas yang berasal dari bambu ini benar-benar merombak secara total penulisan buku-buku serta mendorong kemajuan dalam dunia tulis-menulis. Sulit dibayangkan apabila di jaman modern ini kita belum mengenal kertas. Sebelum ditemukannya kertas, buku ditulis di atas lempengan bambu yang dikaitkan satu sama lain dengan tali. Jika kita masih menggunakan buku semacam itu, dapat dibayangkan betapa beratnya sejilid kamus misalnya. Penemuan kertas ini pada gilirannya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dunia.
Penemuan penting dalam bidang teknologi lainnya adalah seismograf oleh Zhang Heng (78 – 139 M) yang dapat menghitung kekuatan gempa beserta arah asalnya. Peristiwa penting lainnya pada masa Dinasti Han adalah masuknya Agama Buddha ke Tiongkok.
F.     Zaman Tiga Negara
Setelah pemberontakan Cao maka dinasti Hna terpecah menjadi tiga Negara. Ketiga Negara ini terus berperang memperebutkan kekuasaan tertinggi.
1.     Kerajaan We
Cao Bei berhasil menggulingkan kekaisaran Han dan mengangkat diri sebagai kaisar dari dinasti wei. Untuk meligitimasi kekuasaanya, Cao Bei melarang seseorang mengajukan petisi, ususlan, maupun permohonan kepada ratu sehingga melangkahi wewenang seorang kaisar. Seluruh kerabat para isteri raja dijauhkan dari posisi penting kerajaan. Cao Bei digantikan oleh puteranya yang bernama Cao Rui.
2.    Kerajaan shu
Ketika Cao Bei menggulingkan tahta kerajaa Han, Liu Bei yang merasa sebagai keturunan dinasti Han mengangkat diri sebagai kaisar demi meneruskan berlangsungnya dinasti tersebut dan memberi nama negerinya Shu. Liu bei wafat pada pertempuran Yiling dan digantikan oleh puteranya Liu Shan.
3.    Kerajaan Wu
Ketika cao Bei mengkudeta Kiasar han dan Liyu Bei mengangkat diri sebagai kaisar, Sun Quan menganngkat diri menjadi kaisar dan menamai kerajaannya dengan nam Wu yang beribukota di Janye. Pada masa pemerintahannya terjadi persekutuan dengan kerajaan Shu untuk memerangi Wei. Pada masa kekuasaan Kaisar Feidi kekuatan Wu digerogoti dari dalam oleh Sun Lin.
Kekuasaan keluarga sima berhasil mengendalikan tapuk pemerintahan kerajaan Wei. Sima berhasil menaklukan kesajaan Shu pada tahun 264 M. Sima Yan akhirnya mengangkat diri sebagai kaisar dinasti Jin dan pada tahun 280 berhasil menaklukan kerajaan Wu.

G.    Dinasti Jin
Setelah berhasil mendirikan dinasti Jin, sima yan mengangkat dirinya menjadi kaisar dan bergelar Wudi. Pada masa kekuasaannya cina berhasil disatukan kembali. Dinasti jin berlangsung selama 265 -317, karena serangan suku Barbar, Jin terpaksa memindahkan kekuasaannya keselatan dan semenjak itu mulailah era dinasti Jin timur. Jin timur tidak bisa merebut kembali wilayah uatar yang dikussasi oleh bangsa barbar tuoba. Jin timur juga menghadapi permasalahan internal berupa pemberontakan petani dibagian barat. Permasalahan ini berhasil diatasi namun meninggalkan bencana kelaparan. Dinasti jin berakhir ketika Liu Yu merebit tahta dan mendirikan dinasti Song.
H.    Dinasti Utara-Selatan
Runtuhnya dinasti jin membuat cina terpecah menjadi banyak Negara-negara kecil yang tidak berusia lama. Cina utara dikuasai oleh banyak kerajaan-kerajaan kecil yang tidak berusia panjang karena saling berperang dan menaklukan satu sama lain. Secara keseluruhan ada lima suku yang menanamkan kekuasaan di wilayah utara yaitu Xiongnu (Hun), Xianbe (mongolia), Jia, Di (tibet), dan Qiang (tibet).
Kerajaan-kerajaan kecil di utara tersebut akhirnya berhasil ditaklukan oleh kerajaan wei utara. Sementara di selatan bangsa tionghoa masih berhasil mempertahankan dirinya dan mendirikan berbagi dinasti yang silih berganti. Dimulai dengan dinasti Liu Song, Dinasti Qi, dinasti Liang, dan dinasti Cheng.

I.       Dinasti Sui
Tiongkok baru dapat bersatu kembali di bawah pemerintahan Dinasti Sui (581-618) yang didirikan oleh Yang Jian dengan gelarnya Sui Wendi (581-604). Beliau merupakan seorang raja berkemampuan tinggi, yang sanggup memulihkan perdamaian setelah masa kacau selama ratusan tahun. Untuk membantunya dalam memerintah ia juga menunjuk menteri-menteri yang pandai serta berusaha untuk meningkatkan pertanian.
Pengganti Yang Jian, Kaisar Sui Yangdi (604 – 617) sayangnya bukan kaisar yang cakap dan lebih mementingkan bermewah – mewah ketimbang mengurus masalah kenegaraan. Dengan mengabaikan protes para menterinya, Yangdi memerintahkan pembangungan ibu kota kedua, Luoyang. Dua juta pekerja telah diperintahkan untuk membangun istana megah serta danau buatan di kota tersebut lengkap dengan tamannya yang memiliki luas 155 km2. Kala musim dingin tiba, pada pohon-pohon di taman tersebut digantungkan daun dan bunga-bungaan dari sutra. Kaisar Yangdi melanjutkan pembangunan terusan yang telah dimulai oleh Kaisar Sui Wendi yang menghubungkan utara dan selatan, mulai dari lembah Sungai Yangzi hingga mencapai daerah Beijing sekarang. Terusan sepanjang kurang lebih 2000 km tersebut dapat dikatakan merupakan salah satu mahakarya Bangsa Tionghoa, karena dibangun sekitar 12 abad lebih dahulu dibandingkan dengan pembangungan Terusan Suez oleh bangsa Barat. Kejatuhan Yangdi dipercepat oleh usahanya yang gagal untuk menaklukkan Korea, dimana hal tersebut sangat menghabiskan sumber daya negara.
Pada masa akhir pemerintahannya Sungai Huanghe meluap yang mengakibatkan penderitaan di kalangan rakyat. Kerusuhan terjadi di mana-mana. Li Yuan seorang tokoh militer dari Utara menaklukkan ibu kota Chang-an dan Yangdipun melarikan diri ke selatan, di mana ia dicekik sampai mati oleh putera seorang menteri yang pernah dipermalukannya.
Li Yuan kemudian mengangkat cucu Yangdi sebagai Kaisar Gongdi (617-618) dan ia sendiri menjadi walinya, tetapi setahun kemudian diturunkannya dari tahta dan ia sendiri mengangkat dirinya sebagai kaisar dengan gelar Tang Gaozong (618 – 626). Dengan demikian berakhirlah Dinasti Sui dan masa kekuasaan Dinasti Tangpun mulailah.
J.      Dinasti Tang
Setelah Dinasti Tang berdiri keadaan tidaklah langsung aman. Selama kurang lebih enam tahun kekacauan yang diakibatkan oleh pertikaian antar berbagai fraksipun berkecamuk. Li Yuan dengan dibantu puteranya Li Shimin berjuang keras untuk memulihkan perdamaian. Usaha ini akhirnya berhasil dan meletakkan dasar bagi kestabilan politik di sepanjang sejarah Dinasti Tang.
Li Yuan adalah seorang yang berbelas kasih, ia menjamin kelangsungan hidup para keluarga raja Dinasti Sui. Pada tahun 626 ia turun tahta dan digantikan oleh puteranya, Li Shimin, yang bergelar Kaisar Tang Taizong (626 – 649). Di bawah pemerintahan Taizong, Tiongkok menjadi negara adikuasa. Dengan kecerdasannya dalam bidang politik yang mengkombinasikan kekuatan militer dan diplomasi, serta memecah belah suku-suku di sekitarnya, ia menjadikan Tiongkok sebagai negara terkuat di Asia Utara. Ia menghancurkan sepenuhnya kekuatan suku – suku Turki Timur dan berhasil menguasai Daerah Ordos serta Mongolia Dalam.
Pada masa kekuasaan Taizong hubungan antara timur dan barat makin terbuka dan Chang-an, ibu kota Dinasti Tang menjadi kota terbesar dan termegah pada jamannya. Salah satu prestasi terkenal pada masa kini adalah perjalanan Bhikshu Xuanzang (kembali ke Chang-an pada tahun 645) untuk mengambil kitab suci Tripitaka di India, dimana perjalanan ini mengandung semangat penjelajahan yang baru menghinggapi bangsa barat sekitar 600 tahun kemudian. Rute perjalanannya mirip dengan rute Marcopolo, sehingga Xuanzang terkadang disebut sebagai Marcopolonya Tiongkok.
Pengganti Taizong adalah kaisar-kaisar lemah. Berturut-turut Tiongkok diperintah oleh Gaozong (649 – 683), Zhongzong (684; 705 – 710), dan Ruizong (684 – 690; 710 – 712). Kaisar Gaozong adalah seorang yang lemah secara fisik, sehingga akhirnya sedikit demi sedikit kekuasaan jatuh pada selir kesayanganya yang ambisius, bernama Wu Zetian (690 – 705). Ketika Gaozong terkena stroke pada tahun 660 dan mengalami kebutaan serta kelumpuhan, Wu mulai bertindak atas nama suaminya di dalam memegang kekuasaan kenegaraan.
Setelah kematian suaminya, Wu mengangkat berturut-turut dua orang kaisar, yakni Zhongzong dan Ruizong sebagai kaisar boneka, sebelum akhirnya pada tahun 690, ia mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar dan menyebut Dinastinya dengan nama Zhou. Namun sayang sekali Wu lupa diri dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan moralitas di istananya. Penyuapan dan korupsi marak di mana-mana, sehingga sang kaisar wanitapun kehilangan simpati rakyat. Pada tahun 705 setelah gagal menyelamatkan kekasih-kekasihnya dari pembunuhan oleh pengawal istana yang marah, Ratu Wu turun tahta. Kaisar Zhongzong dan Ruizong naik tahta kembali, sehingga dengan demikian Dinasti Tang bangkit kembali.
Kebudayaan dan kesenian dinasti Tang makin berkibar pada masa kaisar berikutnya yang bergelar Xuanzong (712 – 756), dimana ia juga merupakan seorang seniman. Salah satu prestasi besarnya adalah pembuatan patung lembu yang terbuat dari besi tuang, dimana patung tersebut ditemukan kembali pada tahun 1989 sejumlah empat buah.
Hasil karya tersebut menunjukkan betapa majunya Tiongkok di dalam seni pengolahan dan pengecoran logam. Ilmuwan terkenal pada masa Xuanzong adalah Yixing (683 – 727), yang sekaligus merupakan seorang Bhikshu Buddha. Ia adalah orang pertama yang menghitung panjangnya garis bujur bumi dan penemu sebuah alat yang khusus dipergunakan untuk mengukur panjang lingkaran garis bujur. Yixing juga merupakan penterjemah beberapa kitab-kitab suci Buddhis dari Bahasa Sansekerta ke Bahasa Mandarin (antara lain Kitab Mahavairocana Sutra) sehingga memperkaya kesusasteraan Tiongkok.
Kaisar-kaisar Dinasti Tang setelah Xuanzong merupakan kaisar-kaisar yang lemah dan masa akhir Dinasti Tang ditandai dengan kekacauan dan pemberontakan. Salah satu pemberontakan terbesar yang menggoyahkan Dinasti Tang adalah pemberontakan An Lushan yang berlangsung hingga tahun 763 selama pemerintahan dua kaisar, yakni Suzong (756 – 762) dan Daizong (762 – 779). Pemberontakan ini menyita kekayaan dan kekuatan Dinasti Tang. Kelemahan Dinasti Tang ini tidak disia-siakan oleh Bangsa Tibet yang berulang kali menyerang Tiongkok hingga tahun 777. Hingga menjelang akhir hayatnya, para kaisar terakhir Dinasti Tang gagal untuk mempertahankan kekuasaannya atas para gubernur setempat. Bahkan jarang dari para kaisar tersebut yang memerintah lebih dari 15 tahun. Salah seorang dari para gubernur yang makin kuat tersebut, Zhu Wen, membunuh Kaisar Zhaozong (888 ¡V 904), serta mengangkat putera kesembilannya, Aidi (904 – 907) sebagai kaisar boneka. Namun pada akhirnya ia sendiri mengangkat dirinya sebagai kaisar serta memproklamasikan berdirinya Dinasti Liang Akhir, sehingga berakhirlah Dinasti Tang.
Selama periode berikutnya, Tiongkok kembali mengalami perpecahan dan kekacauan. Lima dinasti secara berturut-turut berkuasa di utara (Liang Akhir, Tang Akhir, Jin Akhir, Han Akhir, dan Zhou Akhir), sementara itu di selatan terdapat sepuluh kerajaan. Oleh karenanya periode sejarah ini dinamakan Wu Dai Shi Guo (Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan).
K.    Zaman Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan
Runtuhnya dinasti tang membawa cina dalam zaman kegelapan yang cukup panjang. Cina mengalami zaman kegelapan dan kekacauan ini hampir setengah abad. Diwilayah utara secara bergantian berdiri lima dinasti yang masing-masing hanya berkuasa dalam waktu yang relative singkat, yaitu:
1.        Liang akhir (907-923) yang didirikan oleh Liang Tiazu setelah berhasil mengahncurkan dinasti Tang.
2.       Tang kahir (923-947) yang didirikan Li cunxu yang berhasil menaklukan Liang akhir.
3.       Jian akhir (936-947) didirikan oleh Shih Ching Tang
4.      Han akhir (947-951) didirikan oleh Liau Chi Yuan
5.       Zhou akhir (951-960) didirikan oleh cou wei, tapi kerajaan ini tidak berlangsung lama karena Zhao kuangyin merebut tahta dan mendirikan dinasti shong.
Sementara itu di selatan secara silih berganti berdiri sepuluh kerajaan yang keadaannya lebih stabil. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut adalah:
1.   Kerajaan Wu (902-937)
2.   Kerajaan Tong selatan (937-965)
3.   Kerajaan Ping selatan (924-963)
4.   Kerajaan Chu (927-951)
5.   Kerajaan shu awal (907-925)
6.      Kerajaan Shu akhir (934-965)
7.       Kerajaan Ming (909-945)
8.      Kerajaan utara (951-979)
9.       Kerajaan Han Utara (917-971)
10.    Kerajaan Wu Yue (907-978)

L.     Dinasti Song
Zhao Kuangyin merupakan seorang panglima perang dari dinasti Zhou akhr yang berhasil mempersatukan cina dan mendirikan dinasti Song. Zhao berhasil menghapuskan kekuasaan para gubernur militer sehingga politik menjadi lebih stabil. Lima penguasa pertama dinasti song merupakan penguasa berpikiran palinng maju dalam sejarah cina. Namun dinasti song harus memindahkan kekuasaannya ke selatan Karen serbuan Bengsa Jin. Ibu kota song dipindahkan ke Linan oleh panngeran Zhao Gou. Pada masa dinasti Song selatan Cina mengalami ketidak stabilan baik dari segi politik maupun militer. Dinasti Song runtuh karena serangan bangsa mongol pada masa kekuasaan kubilai khan.

M.   Dinasti Yuan
Dinasti Yuan merupakan dinasti asing di Cina karena didirikan oleh bangsa mongol. Dinasti Yuan secara resmi didirikan oleh kubilai khan, walaupun sebenarnya Jengsi khan lah yang menjadi pelopor dari idnasti ini. Periwtiwa penting yang terjadi pada masa kubilai khan adalah berkunjungnya marcopolo yang sekaligus menandai adanya hubungan antara dunia timur dengan dunia barat. Kubilai khan juga terkenal sebagai raja yang terus melakukan invansi besar-besaran kea rah timur dan selata, yaitu ke korea, jepang, campa, annam, dan jawa. kubilai khan juga terkenal sebagai seorang raja yang sangat toleransi dengan umat beragama.
Kubilai khan digantikan oleh temur oijeitu. Pada masa pemerintahannya ditandatangani perjanjian perdamaian dengan jepang. Akhir dinasti Yuan terjadi banyak benacan alam, seperti banjir dan wabah penyakit sampar. Selain itu juga terjadi banyak pemberontakan antara lain pemberontakan topi merah yang dipimpin oleh zhu Yuanzhang.  

N.    Dinasti Ming
Zhu Yuanzhang berhasil mengusir bangsa mongol kembali ke utara dan menghancurkan dinasti Yuan. Ia mendirikan dinasti Ming dengan ibukota di Yingtian. Zhu Yuanzhang menjabat sebagai kaisar. Ia melakukan reformasi sistem pemerintahan dan birokrasi untuk mencegah menculnya lembaga pemerintahan yang mempunyai wewenang yang terlalu besar.
Dipenghujung dinasti Ming, pemberontakan marak terjasi di seluruh negeri. Beijing jatuh ke tangan Li Zicheng. Li bersengketa dengan salah satu jederal ming, wu Sangui. Untuk menunbangkan Li zicheng, Wu Sangui menangkapi seluruh keluarga Li yang tinggal di ibukota Ming. Mereka diserahkan kepada suku Manchu. Wu dibantu suku Manchu akhirnya bisa mengalahkan Li. Suku Manchu akhirnya membangun kekuasaan baru di tanah china.


O.    Dinasti Qing
Dinasti qing dikenal juga dengan sebutan dinasti Manchu. Setelah berhasil mengalahkan Li, orang-orang Manchu akhirnya bisa menguasai Beijing pada tahun 1644. Pangeran Duo’ergun akhirnya mendirikan dinasti Qing dan mengangkat Shunzui sebagai kaisar pertamanya. Dengan bantuan jendrak-jendral Ming yang membelot, pasukan Qing mampu menghabisi sisa-sisa keluarga kerajaan Ming yang berusaha mendirikan tahta baru di selatan.
Dinasti Qing terkenal dengan kebijakannya yaitu memaksa orang-orang China menuruti cara berpakaian dan gaya rambut bangsa Manchu, yaitu mencukur rambut bagian depan dan mengepang rambut bagian belakang. Bagi orang China kebijakan ini merupakan sebuah hinaan. Namun mereka tidak bisa menolak karena bagi orang China yang tidak mau menurut akan mendapat hukuman penggal.
Kehadiran bangsa barat awal abad ke-18 menggerogoti kekuasaan bangsa Manchu. Terjadi banyak pemberontakan, yang terbesar adalah pemberontakan Taiping. Setelah itu meletus perang candu dan terjadi revolusi kebudayaan China. Dengan berakhirnya Dinasti Qing maka berakhir pula sistem kekuasaan dinasti di China.

P.     China Modern
China adalah sebuah fenomena menarik dalam dunia modern. Tidak ada yang pernah mengerti dengan benar negara bangsa dengan peradaban terlama di dunia ini mampu menggerakkan kemajuan ekonomi mengikuti selurus asas kapitalistik yang dibungkus dengan sebutan ekonomi pasar sosialis.
Banyak yang masih mencari apa yang menjadi kekuatan penggerak di balik kemajuan yang berhasil dicapai dalam kurun 30 tahunan, menjadikan China sebagai negara yang sangat berpengaruh yang mampu melampaui keberhasilan ekonomi dan perdagangan Jepang, Jerman, Inggris, dan negara maju lain.
Banyak yang percaya kalau Partai Komunis China (PKC) adalah mesin penggerak utama yang menghasilkan berbagai perubahan, termasuk memperkenalkan asas kapitalistik dan menjadikan para pedagang dan pengusaha ikut menjadi bagian sebagai anggota PKC. Dan tema penting adalah bagaimana menempatkan rakyat ke dalam keseluruhan pembangunan.
Ada empat aksara China yang menjadi inti penting bagaimana kekuasaan China menempatkan rakyatnya. Empat aksara yang ditulis tangan oleh Mao Zedong ketika mendirikan RRC dan menjadi simbol (foto atas) adalah ”wei renmin fuwu”. Mengabdi untuk rakyat. Aksara yang terpampang di mana-mana, termasuk gerbang utama Zhongnanhai, tempat para pejabat negara bekerja dan tinggal.
Rakyat menjadi tema sentral kekuasaan PKC dan dilema utama yang ingin diselaraskan sesuai dengan kemajuan yang dicapai adalah bagaimana menempatkan adat istiadat sesuai dengan konteks kemajuan modernisasi China.
Kapital-sosialisme
China adalah negara dengan catatan peradaban yang panjang dan agama ataupun kepercayaan di China sekarang ini menjadi isu penting dalam mengisi kemajuan pembangunan ekonomi dan menempatkan PKC sebagai penggerak dan pelopor utamanya.
Salah satu fenomena menarik adalah berdirinya patung Konfusius di Lapangan Tiananmen, lapangan sakral tempat diproklamasikannya RRC. Selama sejarah kekuasaan komunis, terutama pada masa Revolusi Kebudayaan, penguasa PKC melakukan pembatuan total pemikiran rakyat China atas ajaran dan kepercayaan yang dianggap menghambat terbentuknya masyarakat sosialis.
Setelah kemajuan yang dicapai China selama ini, ada persoalan yang dihadapi bagaimana mengisi kesejahteraan dalam persaingan ekonomi di kalangan rakyat dalam sistem terbuka. Kehadiran patung perunggu Konghucu di Lapangan Tiananmen, Beijing, menunjukkan bahwa ada kesadaran para penguasa Beijing perlunya sebuah pegangan bagi rakyat yang sesuai dengan karakteristik China.
Robert Lawrence Kuhn buku terbarunya How China’s Leader Think: The Inside Story of China’s Reform and What This Means for the Fuuture (John Wiley & Sons, 2010) menceritakan bagaimana dilema para pemimpin China antara tingkat kepercayaan dalam ekonomi pasar dan rasa bisnis yang harus muncul agar tidak terjadi stagnasi dalam masyarakat.
Ada semacam upaya untuk menggali kembali nilai-nilai tradisional lama yang pernah menjadikan berbagai kekaisaran China mengalami masa kejayaannya, dan menggabungkannya dengan berbagai prinsip yang dianut PKC untuk menghasilkan nilai-nilai yang berkarakteristik China.
China tidak hanya membangun dengan penuh percaya diri tentang sosialisme ala China, tetapi juga kapitalisme ala China untuk menjadi kapital-sosialisme ala China yang sesuai dengan budaya, moral, dan etika yang menjadi fondasi masa kejayaan kekaisaran China yang lalu. Dan ini upaya dilakukan dengan pemisahan yang jelas dan tegas, persoalan politik yang tidak bisa bercampur dengan masalah kemajuan pembangunan ekonomi.

Senin, 03 Juni 2013

Kritik Terhadap Sistem Pendidikan Nasional

KRITIK TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi

Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia mengatur seluruh hal tentang pendidikan di Indonesia, termasuk permasalahan-permasalahan di dalamnya harus diselesaikan dengan mengacu pada Sistem Pendidikan Nasional tersebut. Pada kenyataannya, Sistem Pendidikan Nasional ini tidak cukup mampu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul.
Perlu diketahui, Sistem Pendidikan Nasional merupakan warisan dari Sistem pendidikan yang dirancang oleh Belanda untuk warga pribumi di Indonesia beberapa abad lalu. Pendidikan tersebut terbatas pada menulis, membaca, dan berhitung. Hal ini tanpa alasan, karena tujuan mereka hanya ingin menempatkan rakyat sebagai buruh-buruh kasar. Dan inilah yang diterapkan kini di Indonesia, perbedaannya jika dahulu rakyat diberikan pendidikan untuk menjadi pegawai rendahan bahkan seorang buruh kasar sedangkan sekarang pendidikan yang diberikan seakan-akan hanyalah ilmu untuk pengisi kurikulum dan mengejar nilai akademis atau gelar lalu mencari kerja dan dapat penghasilan. Terlepas dari semua itu, seharusnya sistem pendidikan dapat menstimulasi peserta didik untuk dapat berpikir sebagai mental penjajah bukan sebagai mental orang yang terjajah.
Dalam UU No.20 Tahun 2003 disebutkan bahwa “visi pendidikan nasional adalah memberdayakan semua warga negara Indonesia, sehingga dapat berkembang menjadi manusia berkualitas yang mampu bersaing dan sekaligus bersanding dalam menjawab tantangan zaman”. Pada kenyataannya pendidikan yang tidak merata, praktek KKN dalam CPNS masih terjadi. Jadi, siapakah yang harus bertanggung jawab atas karut marutnya fenomena ini? Apakah kepada sistem atau oknum yang menerapkan sistem?
Selain itu, pemerintah telah memberikan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN maupun APBD untuk kelancaran pendidikan hal ini terjadi ketimpangan dengan UU No. 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah , dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah. Ketimpangan yang terjadi adalah ketimpangan antara anggaran yang diperuntukkan kepada pemerintah provinsi dan anggaran pendidikan untuk wilayah kabupaten. Setidaknya, kabupaten akan kewalahan untuk masalah pendidikan dasar dan pengembangan pendidikan awal.
Disebutkan pula dalam Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi-potensi peserta didik yang menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Namun, dalam praktek atau pelaksanaannya bertolak belakang dengan tujuan tersebut, dimana pendidikan agama di setiap sekolah hanya beberapa jam saja setiap minggunya begitu pula di Perguruan Tinggi, mata kuliah agama yang tidak berpengaruh terhadap watak dan akhlak mahasiswa (kecuali bagi mereka yang sadar secara individualis dengan aktif di organisasi-organisasi keislaman).
Terlepas dari semua kenyataan yang memilukan tersebut, kami sebagai peserta didik yang menjadi objek langsung dari Sistem Pendidikan Nasional ini mengharapkan bahwa pendidikan seharusnya dapat menstimulasi peserta didik untuk dapat berpikir sebagai mental penjajah bukan sebagai mental orang yang terjajah (bukan arti yang sebenarnya.

Sumber Bacaan



Sabtu, 16 Maret 2013

Revolusi Industri Inggris


REVOLUSI INDUSTRI INGGRIS
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi

Sebelum abad ke-18 sistem perekonomian masyarakat Eropa sangat bergantung pada sistem ekonomi agraris. Akan tetapi setelah memasuki abad ke-18 terjadi perubahan besar dalam pola hidup masyarakat Eropa. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan mulai digunakannya tenaga mesin sebagai alat produksi di pabrik-pabrik menggantikan tenaga manusia dan hewan. Perubahan inilah yang disebut dengan Revolusi Industri. Sehingga Revolusi Industri dapat dikatakan sebagai suatu peristiwa yang mengubah sistem ekonomi agraris menjadi sistem ekonomi industri yang menggunakan tenaga mesin sebagai alat produksinya, menggantikan tenaga hewan dan manusia.
Sebelum dikenal alat-alat mekanis dan otomatis, masyarakat Eropa bekerja dengan menggunakan alat-alat manual (menggunakan tenaga manusia) dan masih mengandalkan kecepatan kedua tangan dan kaki. Artinya, alat-alat tersebut tidak akan berfungsi dan bekerja jika tidak ada tangan atau kaki. Peralatan yang dimaksud seperti cangkul, parang, sekop, gergaji, pisau, pengukur, palu, penenun, pemintal, pancung, jala, pendayung, dan lain-lain.
Pada masa revolusi industri, peralatan tersebut jarang digunakan sebab telah ditemukan mesin pemintal, mesin tenun, lokomotif, dan sebagainya. Semua mesin tersebut bukan digunakan oleh tangan dan kaki, tetapi oleh mesin uap. Dengan demikian, pada masa revolusi industri terjadi penghematan tenaga manusia. Setelah revolusi industri terjadi, perbedaan pola hidup masyarakat sangat terlihat sekali.
Latar Belakang Revolusi Industri
Revolusi Industri di kawasan benua Eropa bermula di negara Inggris. Kemudian pada awal abad ke-19, mulai menyebar ke negara-negara Eropa lainnya dan negara-negara di benua Amerika.
Adapun sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya revolusi industri tersebut adalah sebagai berikut:
·         Keamanan dalam negara Inggris yang mantap
Mantapnya kondisi keamanan negara Inggris pada sekitar abad ke-18, sehingga menjamin seluruh segi kehidupan masyarakat Inggris pada saat itu. Begitu pula dengan sistem ekonomi, masyarakat Inggris dengan tenang dan tanpa rasa takut menjalankan roda perekonomian mereka.
·         Mulai berkembangnya kegiatan kewiraswastaan dan manufaktur
Perkembangan masyarakat Eropa sebelum Revolusi Industri hidup dalam sistem perdagangan yang masih menggunakan uang dan sistem barter. Kegiatan-kegiatan produksi dilakukan di rumah-rumah atau kerajinan rumah (home industry). Di Perancis dikenal istilah "gilda", yaitu bengkel kerja dan pusat usaha. Setiap orang yang akan memesan barang-barang dapat menghubungi gilda. Alat-alat yang dihasilkan oleh gilda adalah alat rumah tangga, alat kerja pertanian, dan sebagainya. Gilda baru bekerja apabila ada pesanan.
Perkembangan selanjutnya dari gilda ini adalah munculnya minat yang luar biasa dai masyarakat Inggris terhadap tempat pengolahan yang lebih memadai seperti pabrik. Dari minat inilah, muncul kegiatan ekonomi manufaktur dimana para pekerja tidak lagi bekerja di rumah-rumah melainkan ditempat-tempat khusus yang disediakan pengusaha sebagai tempat produksi.
·         Inggris memiliki kekayaan alam terutama batu bara dan bijih besi
Kekayaan SDA Inggris seperti banyak ditemukannya batu bara dan bijih besi, telah membantu Inggris dalam mengembangkan industrinya karena batu bara dan bijih besi sangat diperlukan dalam proses produksi. Batu bara dijadikan sebagai bahan bakar mesin-mesin dan bijih besi diperlukan untuk industri berat. Kekayaan alam tersebut ditunjang oleh kemampuan dan keinginan manusianya.
Orang Inggris terkenal sebagai orang yang rajin dan tekun dalam penelitian alam. Kemauan dan keuletan warga Inggris itu, didukung oleh adanya lembaga penelitian bernama The Royal for Improving Natural Knowladge yang didirikan oleh pemerintah Inggris tahun 1662 dan The French Academy of Science yang didirikan tahun 1666. Kedua lembaga tersebut mensponsori kegiatan-kegiatan eksplorasi alam, sehingga dengan adanya lembaga-lembaga ini telah mendorong tejadinya penemuan-penemuan baru di kemudian hari.
·         Inggris memiliki banyak daerah jajahan
Kerajaan Inggris pada abad ke-18 memiliki banyak daerah jajahan yang tersebar di benua Afrika dan Asia. Daerah-daerah jajahan inilah yang mendukung kegiatan industri Inggris, karena daerah-daerah jajahan tersebut dapat menyediakan bahan baku yang diperlukan oleh industri Inggris. Selain itu, daerah-daerah jajahan tersebut dapat dijadikan sebagai tempat pemasaran hasil industri Inggris.
·         Terjadinya Revolusi Agraria
Kondisi masyarakat Inggris yang dilanda gejolak turut melatarbelakangi revolusi industri di negara tersebut. Gejolak yang dimaksud adalah Revolusi Agraria (pertanian).
Revolusi agraria ini disebabkan oleh berkembangnya kerajinan pakaian wol, yang dengan sendirinya meningkatkan permintaan bulu domba. Dari hal itu, usaha di bidang wol menjadi sangat menarik, maka tanah pertanian diubah menjadi peternakan domba.
Untuk keperluan peternakan domba tersebut, tanah para bangsawan yang tersebar letaknya dikumpulkan dengan cara ditukar-tukar dengan tanah milik petani. Tanah yang berupa tanah padang rumput itu dipagari dan digunakan sebaai penggembalaan domba. Perubahan fungsi tanah menjadi lahan peternakan pun disebabkan harga gandum yang turun.
Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap para petani. Sebelumnya, pada saat tanah pertanian masih diusahakan mereka bekerja sebagai petani penyewa. Sebab tanah di Inggris pada dasarnya adalah milik raja dan bangsawan.Sejak tanah itu diubah menjadi lahan peternakan jumlah pekerja yang dibutuhkan relatif sedikit. Akibatnya, banyak para petani beralih kerja sebagai pekerja di tambang batu bara dan pabrik-pabrik tekstil. Ada pula yang pergi ke kota yang mencari kerja disana. Namun, lapangan kerja terbatas dan akhirnya muncul gelandangan. Munculnya gelandangan menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah. Pada saat perkembangan industri sangat pesat di perkotaan, pemerintah dapat menanggulangi masalah gelandangan degan menjadikan sebagai buruh.
·         Munculnya paham ekonomi liberal
Kegiatan lain yang mendorong lahirnya Revolusi Industri adalah kegiatan perekonomian. Sejak abad ke-17, dunia pelayaran dan perdagangan di Inggris. berkembang pesat. Perkembangan itu dibuktikan oleh banyaknya kongsi-kongsi dagang, seperti EIC (East India Company), Virginia Co.,Plymouth Co., Massachusets Bay Co., dan lain-lain. Para kongsi dagang banyak memperoleh keuntungan dari penanaman modalnya di Inggris dan daerah lain. Sebagian besar dari keuntungannya itu ditabung di bank, sehingga secara keseluruhan aktivitas mereka memberi kesejahteraan bagi Kerajaan Inggris.
Gejolak dalam masyarakat lainnya adalah munculnya paham ekonomi liberal. Tokoh-tokoh yang mengembangkan paham ini adalah Adam Smith, Thomas Robert Malthus, David Ricardo, dan John Sturart Mill. Paham ekonomi liberal muncul sebagai reaksi terhadap paham ekonom merkantilisme yang melahirkan sistem ekonomi yang diatur oleh pemerntah.
Para pencetus gagasan ekonomi liberal menyatakan kemakmuran rakyat akan cepat tercapai apabila rakyat dibebaskan untuk melakukan kegiatan ekonomi. Lahirnya paham ekonomi liberal di Inggris memantapkan persiapan masyarakat menuju suatu zaman industri. Artinya, paham ekonomi liberal memberi peluang bagi perkembangan industri-industri baru di Inggris.
·         Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Sejak awal abad ke-16, Inggris mulai memasuki abad pemkiran yang mengakibatkan munculnya ilmuwan-ilmuwan terkemuka dalam berbagai bidang pengetahuan dan teknologi. Bersama dengan munculnya ilmuwan-ilmuwan baru tersebut, muncul pula ide-ide baru.
Ide dan gagasan bau tersebut mendorong terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan yang didasarkan atas ide dan gagasan baru tersebut, muncul pula penemuan-penemuan baru yang dapat memperingan segala jenis pekerjaan manusia. Dengan temuan-temuan baru inilah Revolusi Industri dimulai.


Jalannya Revolusi Industri
Perkembangan Revolusi Industri di Inggris ditandai dengan penemuan mesin-mesin yang berguna bagi dunia industri. James Watt pada tahun 1763 menemukan mesin uap. Hasil temuannya itu lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan hasil penemuan Thomas Newcomen. Temuan Newcomen, hanya berupa mesin yang dapat memompa air yang menggenang di tambang-tambang batu bara dan masih menggunakan tenaga manusia.
Dengan demikian, temuan James Watt dapat digunakan di pabrik-pabrik. Awalnya pabrik-pabrik sangat bergantung pada tenaga air. Oleh karena itu, pabrik harus didirikan di dekat sungai. Dengan menggunakan bahan bakar batu bara, mesin uap temuan Watt, menyebabkan pabrik-pabrik tidak bergantung lagi pada tenaga air dan dapat didirikan dimana saja.
Penemuan lainnya yang menunjang kemajuan industri adalah penemuan mesin-mesin pertekstilan. penemuan dibidang tekstil ini didasarkan pada keinginan untuk memproses bahan tekstil secara cepat. Pada tahu 1768, ilmuwan Richard Arkwrightdan John Kay menemukan alat tenun yang dapat memproduksi cepat (flying shuttle dan water frame). Temuan ini lebih maju dibandingkan temuan John Hargreaves, yaitu mesin pemintal yang dapat menghasilkan beberapa benang (spinning jenny). Mesin tersebut masih digerakkan oleh tenaga kuda dan tenaga air. Tahun 1785, penemuan mesin tenun yang lebih otomatis (power loom) dibuat olehEdmund Cartwright. Dia menggabungkan penemuan Arkwirght, Kay, Hargreaves, dan James Watt. Mesin tenun dan puntal temuan Edmund Cartwright menggunakan mesin uap.
Hasil temuan James Watt ternyata menjadi inspirasi bagi penemuan teknologi lainnya dalam bidang industri ataupun alat transportasi. Diantaranya adalahHenry Cort, menemukan mesin pelebur bijih besi dengan bahan bakar batu bara. Penemuan ini melahirkan temuan lain dalam bidang transportasi seperti kapal uap oleh Robert Fulton dan kereta api uap oleh George Stephenson.
Pada akhirnya, penemuan di bidang teknologi memiliki dampak yang luas di bidang industri. Sehingga, produksi barang dapat diproses dengan cepat. Proses didistribusikan dan pemasaran barang-barang industri pun semakin lancar, ketika berkembangnya sarana jalan dan alat trnsportasi yang digerakan oleh mesin.


Dampak Revolusi Industri
Perubahan yang sangat cepa di bidang industri membawa akibat yang luas di berbagai aspek kehidupan. Dampak yang paling meonjol dari Revolusi Industri di Inggris adalah menculnya kapitalisme, adanya pengambilan lahan pertanian menjadi lahan industri, dan munculnya upaya pencarian daerah pemasaran di negeri jajahan.
·         Munculnya Kapitalisme
Akibat langsung dari Revolusi Industri ini adalah terbentuknya lapisan masyarakat baru, yaitu masyarakat pemilik modal. dengan kekuatan modal, mereka dapat menjalankan dan membangun sektor-sektor indsutri di Inggris. Dan para pemilik modal inilah muncul istilah kapital (yang atinya modal).
Kapitalisme adalah suatu paham ekonomi yang berpandangan bahwa pendapatan (laba) dapat ditingkatkan dengan cara ditunjang oleh sejumlah modal yang banyak, pengusaha sektor produksi, sumber bahan baku, distribusi (pemasaran), dan teknologi terbaru. Dalam pandangan tersebut kaum kapitalis sangat menginginkan adanya kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu dalam usahanya, persaingan yang bebas tanpa adanya campur tangan dari pihak pemerintah, sehingga kemakmuran bangsa dan negara hanya dapat diatur melalui mekanisme pasar.
Masyarakat kapitalis ternyata tidak hanya berkembang di Inggris saja melainkan berkembang pula di negara-negara yang ada di kawasan Benua Eropa seperti, Perancis, Belgia, Belanda, Jerman dan Italia. Masyarakat kapitalis inilah yang menggerakkan perekonomian nasional. Akibatnya dengan kekuatan modalnya, golongan kapitalis juga dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakn pemerintah, sehingga kebijakn tersebut akan lebih menguntung bagi kelancaran usaha mereka
·         Pengambilan Tanah Untuk Lahan Industri
Seperti yang telah diuraikan diatas, salah satu dari dampak revolusi Industri adalah munculnya kelompok masyarakat yang memiliki modal. Dengan modal yang dimilikinya, mereka menguasai perekonomian. Bahkan. dengan modalnya itu mereka dapat meluaskan lapangan usaha industrinya. Usaha industri perlu lahan, mereka para pemilik modal membeli tanah-tanah pertanian milik bangsawan. Pada akhirnya pembelian lahan pertanian itu menimbulkan beberapa dampak.
Pertama, para petani yang semula bekerja di lahan pertanian milik bangsawan menjadi kehilangan pekerjaan. Mereka berusaha mencari kerja di tempat lain. Ada sebagian diantara mereka pindah ke kota bekerja sebagai buruh. Majikan mereka memberi upah yang rendah. Berbeda ketika mereka menjadi petani di tanah-tanah milik bangsawan, upah mereka cukup besar, sebab sistem upah diatur secara bagi hasil bari hasil panen.
Kedua, lahan pertanian yang diubah menjadi lahan indistri, lama-kelamaan menjadi pusat industri dan akhirnya muncullah kota-kota industri. Di Inggris pada saat itu berkembang kota-kota industri, seperti Manchester, Liverpool, Sheffielddan Birmingham. Di kota-kota indsutri tersebut, selain tumbuh pabrik-pabrik industri juga tumbuh kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya seperti menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Ketiga, berkembangnya kota industri melahirkan kelas buruh. Pembangunan tenaga mesin di pabrik-pabrik mengakibatkan penggunaan tenaga buruh terbatas. Namun demikian, jumlah mereka tetap banyak. Karena itu, upah buruh menjadi rendah. Akibatnya banyak pengangguran dan kemiskinan.
Upah buruh rendah menimbulkan pertentangan antara buruh dengan majikan. Aksi pemogokan bermunculan sebagai wujud protes kaum buruh. Keadaan seperti ini sering terjadi sehingga keamanan negara menjadi kacau. Oleh karena itu, negara turut campur dalam pengelolaan beberapa perusahaan yang dianggap penting untuk kesejahteraan buruh dan rakyat.
·         Negeri Jajahan sebagai Daerah Pemasaran
Kelompok yang mendapat keuntungan besar dari adanya revolusi indsutri adalah para pemilik modal. Mereka sering disebut kaum kapitalis. Munculnya revolusi industri menimbulkan kapitalisme modern, yang memperlihatkan peranan kaum kapitalis sebagai produsen, pedagang dan sekaligus pembagi barang-barang.
Di bidang ekonomi harga barang menjadi murah. Hal itu disebabkan penggunaan mesin-mesin dapat melahirkan produksi secara massal dan biasanya rendah. Jika dibandingkan dengan barang hasil kerajinan tangan, harga lebih mahal. Akibat lain di bidang ekonomi adalah perdagangan dunia semakin maju. Ini disebabkan karena keperluan akan bahan industri dan pasaran untuk industri makin luas. Komunikasi lalu lintas yang semakin ramai mendorong para pengusaha mencari daerah pemasaran.
Untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya kaum kapitalis bekerjasama dengan pemerintah agar dapat menjalankan kegiatan usahanya. Bangsa Eropa yang mempunyai daerah jajahan, menjadikannya sebagai daerah bahan industri, sebagai sasaran hasil industri, dan sebagai daerah penanaman modal. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Revolusi Industri telah melahirkan bentuk imperialisme baru.

Rabu, 13 Maret 2013

Ruang Lingkup & Pembidangan Filsafat


RUANG LINGKUP DAN PEMBIDANGAN FILSAFAT
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi

Secara historis zaman terus berkembang melalui hierarkis perkembangan yang terus dibarengi pula dengan perubahan-perubahan sosial, dimana duahalini selalu berjalan ber-iringan. Keberadaan manusia yang dasar pertamanya bebas, menjadi hal yang problematic ketika ia hidup dalam komunitas sosial. Kemerdekaan dirinya meng-alami benturan dengan kemerdekaan individu-individu lain atau bahkan dengan makhluk yang lain. Sehingga iaterus terikat dengan tata kosmik, bahwa bagaimana ia harus berhubungan dengan orang lain, dengan alam, dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya. Maka muncullah tata aturan, norma atau nilai-nilai yang menjadi kesepakatan universal yang harus ditaati. Semacam hal tersebut di ataslah peradaban manusia dimulai , dimana manusia harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. la harus memegangi nilai-nilai aturan yang berlaku mengatur hidup manusia.
Filsafat atau disebut juga ilmu filsafat , mempunyai beberapa cabang ilmu utama. Cabang I1mu utama dari filsafat adalah ontologi, epistimologi , tentang nilai (aksiologi), dan moral (etika). Ontologi (metafisika) membahas tentang hakikat mendasar atas keberadaan sesuatu. Epistimologi membahas pengetahuan yang diperoleh manusia, misalnya mengenai asa lnya (sumber) darimana sajakah pengeta- huanitu diperoleh manusia, apakah ukuran kebenaran pengetahuan yang telah diperaleh manusia itudan bagaimanakah susunan pengetahuan yang sudah diperaleh manusia. I1mu tentang nilai atau aksiologi adalah bagian dari filsafat yang khusus membahas mengenai hakikat nilai berkaitande ngan sesuatu.
Sedangkan filsafat moral membahas nilai berkaitan dengan tingkah laku manusia dimana nilai disini meneakup baikdan buruk serta benar dan salah. Berfilsafat adalah berpikir radikal, radix artinya akar, sehingga berpikir radikal arti nya sampai ke akar suatu masalah, me ndalam sampai ke akar-akarnya, bahkan me lewati batas-batas fisik yang ada, memasuki medan pengembaraan diluar sesuatu yang fisik (Asy'arie, 2002: 3).
Berfilsafat adalah berpikir dalam tahap makna, ia mencari hakikat makna dari sesuatu, Berpikir dalam tahap makna artinya menemukan makna  terdalam dari sesuatu, yang berada dalam kandungan sesuatu itu. Dalam filsafat, seseorang mencari dan menemukan jawaban dan bukan hanya dengan memperlihatkan penampakan (appearance) semata, melainkan menelusurinya jauh dibalik penampakan itu dengan maksud menentukan sesuatu yang disebut nilai dari sebuah realitas.
Filsafat memiliki objek bahasan yang sangat luas, meliputi semuahal yang da pat dijangkau oleh pikiran manusia, dan berusaha memaknai dunia dalam hal makna (Ans hori, 2005: 3).IImu hukum memiliki ruang lingkup yang terbatas, karena hanya mempelajari tentang norma atau aturan (hukum). Banyak persoalan- persoalan berkenaan dengan hukum membangkitkan pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut yang memerlukan jawaban mendasar, Pada kenyataannya banyak pertanyaan-pertanyaan mendasar itu tidak dapat di jawab lagi oleh ilmu hukum. Persoalan-persoalan mendasar yang tidak dijawab oleh ilmu hukum menjadi objek bahasan ilmu filsafat. Filsafat mempunyai objek berupa segala sesuatu yangdapat dijangkau oleh pikiran manusia (Anshori, 2005: 4).
Konsep hukum mungkin dapat dikatakan mempunyai pengertian yang ambigu, dwiarti, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan pengertian, baik seeara intelektual maupun seeara moral. Dapat dikatakan ada dua macam hukum, yaitu hukum yang deskriptif dan hukum yang preskriptif. Hukum yang deskriptif - decriptive laws – adalah hukum yangmenunjukkan sesuatu itu dapat terjadi, misalnya hukum gravitasi, hukum Arehimedes atau hukum yang berhubungan dengan ilmu-ilmu kealaman.Di samping itu , dapat pula terpikirkan oleh kita mengenai hukum yang telah ditentukan atau hukum yang memberi petunjuk - precriptive law - misalnya hukum yang diatur oleh para otoritas yang mengatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dikerjakan, Hukum inilah yang merupakan bahan penelitian filsafat hukum, sedangkan hukum yang deskriptif menjadi objek penelitian ilmu pengetahuan (Asdi, 1998: 2-3).
Dalam konteks umum kesalehan banyak dikaitkan dengan, ketaatan kepada ketentuan hukum. Namun kesalehan yang bertumpu kepada kesadaran hukum akan banyak berurusan dengan tingkah laku manusia, dan hanya seeara parsial sajaberurusan dengan hal-hal batiniah (Madjid, 1992: 256). Dengan kata lain,orientasi hukum lebih berat mengarah pada dimensi eksoteris, dengan kernungkinan meng-abaikan dimensi esoteris. Divergensi antara kedua orientasi keagama-an yang lahiriah (eksoteris) dan batiniah (esoteris) memunculkan  cabang ilmu yang berbeda, yaitu syariah (hukum) dan thariqah (tasawuf) .

Minggu, 10 Maret 2013

JENIS DAN PROSES PERENCANAAN PEMBELAJARAN


JENIS DAN PROSES
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi


A.  Jenis Perencanaan Pembelajaran
1.    Menurut besaran atau magnitude
a. Perencanaan makro
Yaitu perencanaan yang mempunyai telaah nasional, yang menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh, tujuan yang ingin dicapai, dan cara-cara yang dicapai dalam mencapai tujuan tersebut.
b. Perencanaan meso
Yaitu kebijakan yang ditetapkan dalam perencanaan macro dijabarkan dalam program-program yang lebih kecil. Perencanaan ini bersifat operasional sesuai keadaan daerah, departemen dan unit lainnya.
c. Perencanaan mikro
Yaitu perencanaan yang lebih spesifik dari perencanaan meso yang memperhatikan karakteristik lembaga pendidikan.

2. Menurut telaahnya
a. Perencanaan strategi
Yaitu berkaitan dengan penetapan tujuan, pengalokasian sumber-sumber dalam mencapai tujuan dan kebijakan yang dipakai sebagai pedoman.
b. Perencanaan manajerial
Yaitu perencanaan yang ditujukan untuk mengarahkan proses pelaksanaan agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efesien.
c. Perencanaan operasional
Yaitu memusatkan perhatian pada apa yang akan dikerjakan pada tingkat pelaksanaan dilapangan dari rencana menejerial.

3. Menurut jangka waktunya
a. Perencanaan jangka panjang       : 10 - 25 tahun.
b. Perencanaan jangka menengah   : 4 - 10 tahun.
c. Perencanaan jangka pendek       : 1 - 3 tahun.

B.   Proses Perencanaan Pembelajaran
1.    Tahap perencanaan, meliputi:
a.       Menciptakan atau mengadakan badan atau bagian yang bertugas dalam melaksanakan fungsi perencanaan.
b.      Menetapkan prosedur perencanaan.
c.       Mengadakan reorganisasi struktural internal administrasi agar dapat berpartisipasi dalam proses implementasinya.
d.      Menetapkan mekanisme serta prosedur untuk mengumpulkan dan menganalisa data yang akan diperlukan dalam perencanaan.

2.    Tahap perencanaan awal
Yaitu membandingkan output yang diharapkan dengan apa yang telah dicapai sekarang untuk mengetahui apakah rencana yang dilaksanakan relevan, efektif dan efesien.

3.    Tahap formulasi rencana, meliputi:
a.       Menyiapkan seperangkat keputusan yang diambil oleh pemegang otoritas.
b.      Menyediakan pola dasar pelaksanaan yang menjadi pegangan berbagai unit organisasi yang bertanggung jawab dalam implementasi keputusan.

4.    Tahap elaborasi rencana, meliputi:
a.       Membuat program.
Yaitu membagi rencana kedalam beberapa program pelaksanaan dengan tujuan spesifikasi masing-masing.
b.      Identifikasi dan formulasi proyek
Yaitu program terbagi dalam beberapa proyek yang diidentifikasikan secara tuntas agar dapat dilaksanakan. Formulasi proyek merupakan tugas merinci siapa pelaksana, berapa biaya, jangka waktu, dan hal-hal yang dianggap perlu.

5.    Tahap implementasi rencana
Pada tahap ini, perencanaan bergabung dengan proses pelaksanaan atau menajemennya. Sumber-sumber daya manusia, dana, dan materil dialokasikan, jadwal dan waktu ditetapkan, pelaksanaan proyek, pemberian tugas dan sebagainya.

6.    Tahap evaluasi dan perencanaan ulang
Evaluasi memberikan 2 makna:
a.       Memberikan gambaran tentang kelemahan rencana.
b.      Sebagai bahan diagnosis dan sebagai bahan dalam membuat rencana ulang.

MAHASENG S. HASAN DALAM PERJUANGAN GERAKAN PEMUDA MERAH PUTIH DI KENDARI


MAHASENG S. HASAN DALAM PERJUANGAN GERAKAN PEMUDA MERAH PUTIH DI KENDARI
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi


Gerakan Pemuda Merah Putih di Kendari tidak lepas dari peran seorang Mahaseng S. Hasan. Mahaseng adalah keturunan campuran Arab-Bugis. Ayahnya bernama H. Syech Hasan berketurunan Arab dan ibunya bernama Hania alias Puang Nia berketurunan Bugis. Orang tuanya tergolong orang mampu dan cukup tehormat dalam pergaulan masyarakat di Kendari kala itu. Ia merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara. Dari istri satu-satunya yang bernama Sitti Aisyah, ia dikaruniai seorang anak bernama Fatimah Hasan.
Dalam berbagai kesempatan, Mahaseng selalu mendampingi Supu Yusuf dalam perjalanan dari Kolaka menuju Wawotobi, Kendari, dan Boepinang dalam rangka propaganda penggalangan kekuatan dan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan baik di kalangan pemuda yang pro kemerdekaan maupun penguasa yang masih ragu-ragu seperti Raja Lasandara di Wawotobi dan Raja Tekaka di Kendari.
Pada akhir Oktober 1945 dari Kolaka Mahaseng S. Hasan dan Supu Yusuf mengunjungi Wawotobi dan memenuhi Raja Lasandara serta mengumpulkan pemuda-pemuda untuk mewujudkan suatu organisasi perjuangan.  Dalam pertemuan itu, kepala penerangan pemuda menguraikan dengan jelas beberapa soal-soal penting dalam rangka kemerdekaan bangsa Indonesia, beberapa tokoh terkemuka dalam rapat itu menyatakan kesanggupannya untuk ikut berjuang mempertahankan ngara RI bila benar-benar mendapat serangan dari Belanda. Tentang penyusunan organisasi pemuda diserahkan kepada Supu Yusuf dan Mahaseng.
Pada keesokan harinya di waktu pagi di awal bulan September 1945, untuk pertama kalinya diadakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya diikuti dan disaksikan oleh segenap penduduk dengan hikmad setelah itu barulah berlangsung secara hebat rapat umum yang dihadiri beribu-ribu orang laki-laki dan perempuan. Dalam pertemuan itu berhasil dibentuk suatu wadah perjuangan bernama Sinar Pemuda Konawe yang sebelumnya dikibarkan bendera Merah Putih sebagai pertanda bahwa Wawotobi adalah wilayah RI. Dalam rapat itu dibahas tentang tiga jiwa demokrasi yakni permusyawaratan, rasa tanggung jawab, dan ada batas.
Ketika teman teman seperjuangan Mahaseng S. Hasan mulai memilih jalan menjadi pegawai Belanda ketimbang perjuangan membela kemerdekaan seperti Makmun Dg. Mattiro dan kawan-kawan, Mahaseng tetap memilih jalan menentang segala bentuk imperialism dan kolonialisme Belanda dengan cara sendiri sampai titik darah penghabisan.
Dijelaskan oleh Burhanuddin, bahwa ketegasan Mahaseng dalam menentang Belanda diketahui oleh Belanda yang mengakibatkan ia beserta ayahnya Syech Hasan seorang keturunan Arab bersama Marsuki guru dari Luwu Banggai yang yang kebetulan datang ke Kendari dan menginap di rumah merka, ditangkap Belanda pada tanggal 3 Maret 1946 dan rumah beserta isinya dibakar habis.
Dalam tahanan, Mahaseng dipukul dan disiksa dengan keras yang mengakibatkan cacat dan kesehatannya amat terganggu. Dalam suatu kesempatan pula secara sembunyi-sembunyi Mahaseng menempel lambing merah putih pada peralatan perang Jepang di pelabuhan Kendari, Raha, dan Bau-bau. Di pesisir pantai Kendari, dengan aksi perseorangan, Mahaseng berhasil memanjat tiang bendera Belanda dan segera merobek warna birunya dan tinggallah warna merah putih berkibar. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 September 1945.
Mahaseng S. Hasan berjuang melawan Belanda di Kendari bersama kawan-kawannya antara lain H.Razak Porohu, Malaka dan H. Nuhung. Mahaseng S. Hasan Adalah pemimpin gerakan pemuda Merah Putih di Kendari, salah satu cabang dari Pergerakan Pemuda Merah Putih yang berpusat di Kolaka. Kelompok-kelompok mereka ini bersembunyi di hutan-hutan, ketika malam hari mereka melakukan pertemuan untuk melakukan penyerbuan ke pihak Belanda. Melalui kerjasama inilah sehingga Mahaseng berhasil menaikkan bendera Merah Putih di pinggir pantai Kendari, di depan kantor SAR sekarang, dengan cara menurunkan bendera Belanda kemudian menyobek birunya dan kemudian meneriakkan kata yel-yel “merdeka-merdeka”.
Setelah tertangkapnya Mahaseng S. Hasan pada tanggal 3 Maret 1946, maka perjuangan Merah Putih di Kendari telah lumpuh sama sekali. Para pemuda dan anggota masyarakat yang repubikein diintimidasi, difitnah sehingga keragu-raguan dan rasa tidak aman meliputi mereka sehingga terpaksa bersikap hati-hati dengan berdiam diri, kecuali daerah Andoola masih tetap mengadakan perjuangan intuk menentang NICA.
Di dalam tahanan, Mahaseng disiksa dengan kejam sampai cacat yang mengakibatkan penyakit yang dibawa sampai akhir hayatnya pada tanggal 2 Juli 1950, empat tahun sesudah penyakit itu. Ia meninggal dalam usia 25 tahun, suatu usia yang masih sangat muda. Akan tetapi jasa dan pengabdiannya akan terus diukir dalam sejarah perjuangan bangsa dengan tinta emas. Ia dikebumikan di Jalan Tekaka (Gunung Potong) kemudian pada tanggal 9 Nopember 1984 kuburannya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Watubangga. Ia telah tiada namun namanya akan terus ada dalam deretan nama-nama pejuang yang telah ikut mengharumkan nama Sulawesi Tenggara.