Jumat, 20 September 2013
Sejarah Negeri China
SEJARAH NEGERI CHINA
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi
Sejarah membuktikan bahwa China merupakan sumber
peradaban bagi banyak bangsa yang hidup di Asia Timur, seperti Korea, Jepang,
dan Vietnam yang berada dalam lingkaran budaya China. Namun tidak sampai di
sana saja pengaruh China, karena pancaran cahaya peradaban tersebut juga
mencapai Tibet, Mongolia, Asia Tengah, dan Asia Tenggara. Perjalanan sejarah
China memiliki proses yang sangat panjang dimulai dari zaman prasejarah, zaman
dinasti, sampai pada berdirinya China baru yaitu dimulainya Pemerintahan
Republik China.
Kondisi geografis China memiliki keadaan yang
heterogen (berbeda), (1) Dataran tinggi di bagian barat daya China dengan
rangkaian pegunungan tinggi yakni Himalaya, (2) Padang rumput (stepa) di bagian
utara China, (3) Pantai yang membentang dari muara sungai Amur serta memanjang
ke selatan, (4) dan daerah-daerah subur terletak di banyak aliran-aliran sungai
besar seperti sungai Sungari dan Lao di Manchuria, sungai kuning di dataran
rendah China tengah, sungai Yangzi, Dataran rendah Kanton, dan sungai Merah di
Vietnam.
Bahasa di daratan China dan sekitarnya terjadi
persebaran para pengguna bahasa tersebut yaitu, rumpun bahasa Altai di antara
Siberia dan China utara, bahasa korea dan jepang, rumpun bahasa Sino-Tibet di
dataran tinggi Himalaya, rumpun bahasa Austro-Asia di daerah Yunnan, dan rumpun
bahasa Melayu-Polinesia di daerah Taiwan.
Keadaan etnografi di China terjadi pula keberagaman.
Etnis terbesar adalah etnis Han atau Tionghoa. Etnis tionghoa tersebar di daratan
China, sekitarnya, bahkan di Vietnam, Myanmar, Malaysia, Filipina, Indonesia,
dan lain-lain. Selain etnis tionghoa, juga ada etnis Tibet (Zang), Uigur (Hui),
Manchuria, Mongol, dan lain-lain.
Mata pencarian di China tergantung keadaan alam di
daerah masing-masing, seperti bidang pertanian di daerah subur tepian sungai,
bidang peternakan di daerah stepa (padang rumput), sementara penduduk dataran
tinggi Himalaya hidup baik dari pertanian maupun peternakan.
Zaman prasejarah di China ditandai dengan ditemukannya
fosil Sinanthropus pekinensis pada
tahun 1923 di Zhoukoudian dekat Beijing. Kebudayaan-kebudayaan prasejarah di
China pun ada banyak di antaranya ialah (1) Kebudayaan keramik dan gerabah
Yangshao dan Longshan, (2) Kebudayaan Dawenkou dengan ciri pembuatan
bejana-bejana keramik berkulit tipis, (3) Kebudayaan Majiabang dengan
peninggalan keramik merah dan kelabu yang memiliki pola tali, garis, kurva, dan
lain sebagainya, (4) Kebudayaan Liangzhu dengan ciri batu giok berkualitas
sebagai peninggalannya, dan (5) Kebudayaan Majiayao yang memiliki peninggalan
berupa keramik merah sebagai alat-alat rumah tangga yang kaya akan pola yang
bermacam-macam.
Berbicara tentang
sejarah Cina, pasti tidak akan lepas dengan banyaknya dinasti yang menghiasi
setiap zaman kesejarahan Cina. Berikut beberapa intisari dari bab-bab yang
penulis kutip dari buku History of China
yang ditulis oleh Ivan Taniputera.
A. Dinasti Xia (Berawalnya Sistem Dinasti)
Dinasti Xia sebagai dinasti pertama dalam sejarah Tiongkok berlangsung
hampir 500 tahun antara abad ke-21 dan ke-16 sebelum masehi. Wilayah sentral
kekuasaannya terletak di sekitar bagian selatan Provinsi Shanxi Tiongkok Utara
dan bagian barat Provinsi Henan Tiongkok Tengah. Pendiri Dinasti Xia, Da Yu
adalah tokoh pahlawan sejarah yang berhasil menjinakkan banjir dan memberi
kehidupan tenteram kepada rakyat. Konon, Da Yu berhasil menjinakkan Sungai
Kuning yang hampir setiap tahun meluap sehingga mendapat dukungan rakyat marga
dan pada akhirnya mendirikan Dinasti Xia. Berdirinya Dinasti Xia menandakan
masyarakat primitif yang panjang telah digantikan oleh masyarakat sistem milik
pribadi, sejak itu Tiongkok telah memasuki masyarakat sistem perbudakan.
Pada masa akhir Dinasti Xia, kekacauan politik berkecamuk dalam Keluarga
Kerajaan Xia dan kontrdiksi klas semakin meruncing. Khususnya Raja Xia Jie,
raja terakhir Dinasti Xia setelah naik takhta hanya tahu berfoya-foya tanpa
memikirkan perbaikan pemerintahan. Setiap hari ia cuma tahu minum arak dan main-main
dengan selirnya tanpa peduli akan penderitaan rakyat. Menteri yang berani
mengajukan nasihat segera dibunuhnya. Maka, negara-negara kepangeranan dari
Dinasti Xia beramai-ramai melakukan pemberontakan. Pada saat itulah, salah satu
negara kepangeranan bernama Shang mengambil kesempatan untuk menyerang pasukan
Raja Xia Jie dan akhirnya berhasil mengalahkannya. Xia Jie kemudian meninggal
dalam perajalanan pelariannya di Nan Cao dan tamatlah sejarah Dinasti Xia.
B.
Dinasti Shang (1766-1122 SM):
Masuknya China ke Zaman Sejarah
Dinasti Shang merupakan dinasti yang pertama dicatat dalam dokumen sejarah
di China. Dinasti Shang yang bersejarah 600 tahun itu dimulakan kira-kira pada
Abad ke-16 sebelum Masihi, ibu kotanya selalu dipindahkan dan akhirnya
ditetapkan di kawasan sekitar Anyang, provinsi Henan sekarang. Pengkajian
arkeologi menunjukkan bahawa tamadun China telah berkembang pada awal Dinasti
Shang dan telah munculnya tulisan kulit kura-kura dan kebudayaan perunggu pada
zaman itu. Tulisan kulit kura-kura itu ditemui oleh penghuni kampung Xiaotun di
kawasan barat laut Anyang, provinsi Henan pada awal abad ke-20. Kampung itu
dipastikan sebagai Runtuhan Yin yang merupakan ibu kota Dinasti Shang pada
zaman dahulu.
Penemuan Runtuhan Yin itu bererti penting dalam usaha arkeologi di China
pada abad ke-20. Banyak barang-barang artifak yang berharga ditemui di Runtuhan
Yin, antaranya kulit kura-kura dan tulang binatang yang bertulis, barang-barang
perunggu dan lain-lain. Selain itu, teknik peleburan perunggu telah berkembang
maju pada Dinasti Shang. Antara barang-barang perunggu yang ditemukan di
Runtuhan Yi itu termasuk sebuah tungku yang beratnya 875 kilogram itu merupakan
karya unggul dalam peleburan perunggu di China. Berdasarkan kajian arkeologi,
konsep negara dan sistem pribadi telah wujud pada Dinasti Shang tersebut.
C. Dinasti Zhou (1122-256 SM): Lahirnya Para Filosof
Besar
Raja
terakhir Dinasti Shang, Di Xin adalah merupakan seorang penguasa yang kejam,
sebagaimana halnya Jie, raja terakhir Dinasti Xia. Dengan tanpa memperdulikan kekacauan
yang terjadi di negaranya, ia memerintahkan pembangunan istana dan taman-taman
yang indah. Untuk menekan
orang-orang yang tidak bersedia patuh padanya, dipergunakanlah alat-alat
penyiksaan yang mengerikan, kekacauan di tengah masyarakat pun makin
menjadi-jadi.
Zhou,
sebuah negeri di daerah perbatasanpun menjadi makin maju. Ia semakin bertambah
kuat di bawah pemerintahan Raja Wen. Tatkala Raja Wen wafat, maka puteranya, Ji
Fa, menggantikannya memerintah negeri tersebut dengan gelar Raja Wu. Pada tahun
1122 SM dengan disertai oleh Jiang Shang dan Zhou Dan, Raja Wu melakukan
serangan untuk menghukum kelaliman Dixin. Pada saat itu, tentara Shang yang
telah banyak menderita akibat ulah raja mereka sendiri, berbalik mendukung Raja
Wu dan bersama-sama berbaris menuju ibu kota Shang. Di Xin bunuh diri dan
berakhirlah Dinasti Shang.
Secara
tradisional Dinasti Zhou dibagi menjadi empat periode sebagai berikut: Zhou
Barat, yang beribukotakan di Houjing, berkuasa hingga tahun 711 SM, Dinasti
Zhou Timur yang memindahkan ibu kotanya ke sebelah timur (kota Luoyang
sekarang), ChunQiu [Jaman Musim Semi dan Rontok] (770-476 SM), dan ZhanGuo
[Masa Perang Antar Negeri] (475-221 M). Dinasti Zhou merupakan dinasti yang
terlama memerintah di Tiongkok, yakni sekitar 800 tahun dan terkenal oleh
karena pencapaiannya dalam bidang filosofis.
Pada
masa dinasti ini lahirlah para filosof yang terkemuka, seperti misalnya: Lao
Zi, Kong Zi (yang terkenal di Barat dengan sebutan Confucius di-Indonesiakan
sebagai Konfusius atau Khonghucu), Meng Zi (lebih terkenal di Barat dengan
sebutan Mencius di-Indonesiakan sebagai Mensius), dan lain sebagainya. Namun
yang terpenting dari semua ahli filsafat itu memang hanya tiga yakni: Lao Zi,
Kong Zi dan Meng Zi.
Selain
ketiga ahli filsafat terkemuka tersebut, terdapat pula aliran filsafat yang
cukup penting, yakni legalisme (Fajia).Barangkali sebelum melanjutkan
pembahasan, kita perlu mempelajari secara ringkas riwayat dan ajaran
masing-masing ahli filsafat terkemuka tersebut. Selain itu kita juga akan
membahas mengenai aliran Fajia (legalisme), karena akan berperanan penting
terhadap penyatuan Tiongkok di bawah Dinasti Qin.
D. Dinasti Qin (221-206 SM)
Antara tahun 230 –
221 SM, mulailah usaha Zheng untuk menaklukkan seluruh Tiongkok. Pada tahun 221
SM usaha ini berhasil dan ia mendirikan dinasti baru sebagai pengganti Dinasti
Zhou serta menggelari dirinya sebagai Qin Shihuangdi, yang berarti “Kaisar
Pertama dari Dinasti Qin”.
Karena kekejaman raja, Dinasti Qin tidak bertahan lama, dan hanya
berlangsung selama dua generasi. Kaisar Zheng wafat pada tahun 210 SM saat
sedang dalam perjalanan. Seharusnya yang ditunjuk sebagai pengganti adalah
putera pertama kaisar yang bernama Fu Su. Namun Li Si, penasehat kaisar
memalsukan surat perintah yang isinya memerintahkan agar Fu Su melakukan bunuh
diri. Li Si kemudian merekayasa agar putera kedua raja, yang bernama Hu Hai
naik tahta dan bergelar Er Shihuangdi (Kaisar Kedua). Pada jamannya terjadi
penindasan yang lebih besar terhadap rakyat dengan jalan menaikkan pajak. Para
petani yang telah menderita hidupnya di bawah Dinasti Qin melakukan
pemberontakan, dimana pemberontakan – pemberontakan ini kemudian semakin meluas
bagaikan cendawan di musim hujan.
E. Dinasti Han (206 SM-221
M)
Liu
Bang kemudian berhasil naik tahta dan mendirikan dinasti baru yang bernama Han
(206 SM – 221 M). Ia bergelar Han Gaozu (206 – 195 SM). Para ahli membagi
Dinasti Han ini menjadi dua, yakni Han Barat, yang beribu kota di Chang an dan
Han Timur yang beribu kota di Luoyang. Dinasti Han ini sempat ter putus sejenak
oleh kudeta dari Wang Mang, dimana ia mendirikan Dinasti Xin (9 – 25) yang
berumur singkat. Tetapi kemudian
Kaisar Han Guangwu (25 – 57) yang juga terkenal dengan sebutan Guang Wudi
berhasil merestorasi kembali Dinasti Han. Oleh karena itu Dinasti Han sebelum
pemberontakan Wang Mang disebut dengan Dinasti Han Barat dan Dinasti Han
sesudahnya disebut dengan Han Timur.
Dinasti
Han ini cukup terkenal dalam sejarah Tiongkok karena beberapa penemuan
pentingnya. Kertas sebagai contoh ditemukan pada tahun 105 M oleh seorang
sarjana yang bernama Cai Lun saat pemerintahan Kaisar Han Hedi (88 – 106).
Penemuan kertas yang berasal dari bambu ini benar-benar merombak secara total
penulisan buku-buku serta mendorong kemajuan dalam dunia tulis-menulis. Sulit
dibayangkan apabila di jaman modern ini kita belum mengenal kertas. Sebelum
ditemukannya kertas, buku ditulis di atas lempengan bambu yang dikaitkan satu
sama lain dengan tali. Jika kita masih menggunakan buku semacam itu, dapat
dibayangkan betapa beratnya sejilid kamus misalnya. Penemuan kertas ini pada
gilirannya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dunia.
Penemuan
penting dalam bidang teknologi lainnya adalah seismograf oleh Zhang Heng (78 –
139 M) yang dapat menghitung kekuatan gempa beserta arah asalnya. Peristiwa
penting lainnya pada masa Dinasti Han adalah masuknya Agama Buddha ke Tiongkok.
F. Zaman Tiga Negara
Setelah pemberontakan Cao maka
dinasti Hna terpecah menjadi tiga Negara. Ketiga Negara ini terus berperang
memperebutkan kekuasaan tertinggi.
1. Kerajaan We
Cao Bei berhasil menggulingkan kekaisaran Han dan
mengangkat diri sebagai kaisar dari dinasti wei. Untuk meligitimasi
kekuasaanya, Cao Bei melarang seseorang mengajukan petisi, ususlan, maupun
permohonan kepada ratu sehingga melangkahi wewenang seorang kaisar. Seluruh
kerabat para isteri raja dijauhkan dari posisi penting kerajaan. Cao Bei
digantikan oleh puteranya yang bernama Cao Rui.
2. Kerajaan shu
Ketika Cao Bei menggulingkan tahta kerajaa Han, Liu
Bei yang merasa sebagai keturunan dinasti Han mengangkat diri sebagai kaisar
demi meneruskan berlangsungnya dinasti tersebut dan memberi nama negerinya Shu.
Liu bei wafat pada pertempuran Yiling dan digantikan oleh puteranya Liu Shan.
3. Kerajaan Wu
Ketika cao Bei mengkudeta Kiasar han dan Liyu Bei
mengangkat diri sebagai kaisar, Sun Quan menganngkat diri menjadi kaisar dan
menamai kerajaannya dengan nam Wu yang beribukota di Janye. Pada masa
pemerintahannya terjadi persekutuan dengan kerajaan Shu untuk memerangi Wei.
Pada masa kekuasaan Kaisar Feidi kekuatan Wu digerogoti dari dalam oleh Sun
Lin.
Kekuasaan keluarga sima berhasil mengendalikan tapuk
pemerintahan kerajaan Wei. Sima berhasil menaklukan kesajaan Shu pada tahun 264
M. Sima Yan akhirnya mengangkat diri sebagai kaisar dinasti Jin dan pada tahun
280 berhasil menaklukan kerajaan Wu.
G.
Dinasti
Jin
Setelah berhasil mendirikan dinasti
Jin, sima yan mengangkat dirinya menjadi kaisar dan bergelar Wudi. Pada masa
kekuasaannya cina berhasil disatukan kembali. Dinasti jin berlangsung selama
265 -317, karena serangan suku Barbar, Jin terpaksa memindahkan kekuasaannya
keselatan dan semenjak itu mulailah era dinasti Jin timur. Jin timur tidak bisa
merebut kembali wilayah uatar yang dikussasi oleh bangsa barbar tuoba. Jin timur
juga menghadapi permasalahan internal berupa pemberontakan petani dibagian
barat. Permasalahan ini berhasil diatasi namun meninggalkan bencana kelaparan.
Dinasti jin berakhir ketika Liu Yu merebit tahta dan mendirikan dinasti Song.
H.
Dinasti
Utara-Selatan
Runtuhnya dinasti jin membuat
cina terpecah menjadi banyak Negara-negara kecil yang tidak berusia lama. Cina
utara dikuasai oleh banyak kerajaan-kerajaan kecil yang tidak berusia panjang
karena saling berperang dan menaklukan satu sama lain. Secara keseluruhan ada
lima suku yang menanamkan kekuasaan di wilayah utara yaitu Xiongnu (Hun),
Xianbe (mongolia), Jia, Di (tibet), dan Qiang (tibet).
Kerajaan-kerajaan kecil di utara tersebut akhirnya berhasil ditaklukan oleh kerajaan
wei utara. Sementara di selatan bangsa tionghoa masih berhasil mempertahankan
dirinya dan mendirikan berbagi dinasti yang silih berganti. Dimulai dengan
dinasti Liu Song, Dinasti Qi, dinasti Liang, dan dinasti Cheng.
I. Dinasti Sui
Tiongkok
baru dapat bersatu kembali di bawah pemerintahan Dinasti Sui (581-618) yang
didirikan oleh Yang Jian dengan gelarnya Sui Wendi (581-604). Beliau merupakan
seorang raja berkemampuan tinggi, yang sanggup memulihkan perdamaian setelah
masa kacau selama ratusan tahun. Untuk
membantunya dalam memerintah ia juga menunjuk menteri-menteri yang pandai serta
berusaha untuk meningkatkan pertanian.
Pengganti
Yang Jian, Kaisar Sui Yangdi (604 – 617) sayangnya bukan kaisar yang cakap dan
lebih mementingkan bermewah – mewah ketimbang mengurus masalah kenegaraan.
Dengan mengabaikan protes para menterinya, Yangdi memerintahkan pembangungan
ibu kota kedua, Luoyang. Dua juta pekerja telah diperintahkan untuk membangun
istana megah serta danau buatan di kota tersebut lengkap dengan tamannya yang
memiliki luas 155 km2. Kala musim dingin tiba, pada pohon-pohon di taman
tersebut digantungkan daun dan bunga-bungaan dari sutra. Kaisar Yangdi
melanjutkan pembangunan terusan yang telah dimulai oleh Kaisar Sui Wendi yang
menghubungkan utara dan selatan, mulai dari lembah Sungai Yangzi hingga
mencapai daerah Beijing sekarang. Terusan sepanjang kurang lebih 2000 km
tersebut dapat dikatakan merupakan salah satu mahakarya Bangsa Tionghoa, karena
dibangun sekitar 12 abad lebih dahulu dibandingkan dengan pembangungan Terusan
Suez oleh bangsa Barat. Kejatuhan Yangdi dipercepat oleh usahanya yang gagal
untuk menaklukkan Korea, dimana hal tersebut sangat menghabiskan sumber daya
negara.
Pada
masa akhir pemerintahannya Sungai Huanghe meluap yang mengakibatkan penderitaan
di kalangan rakyat. Kerusuhan terjadi di mana-mana. Li Yuan seorang tokoh
militer dari Utara menaklukkan ibu kota Chang-an dan Yangdipun melarikan diri
ke selatan, di mana ia dicekik sampai mati oleh putera seorang menteri yang
pernah dipermalukannya.
Li
Yuan kemudian mengangkat cucu Yangdi sebagai Kaisar Gongdi (617-618) dan ia
sendiri menjadi walinya, tetapi setahun kemudian diturunkannya dari tahta dan
ia sendiri mengangkat dirinya sebagai kaisar dengan gelar Tang Gaozong (618 –
626). Dengan demikian berakhirlah Dinasti Sui dan masa kekuasaan Dinasti
Tangpun mulailah.
J. Dinasti Tang
Setelah
Dinasti Tang berdiri keadaan tidaklah langsung aman. Selama kurang lebih enam
tahun kekacauan yang diakibatkan oleh pertikaian antar berbagai fraksipun
berkecamuk. Li Yuan dengan dibantu puteranya Li Shimin berjuang keras untuk
memulihkan perdamaian. Usaha ini akhirnya berhasil dan meletakkan dasar bagi
kestabilan politik di sepanjang sejarah Dinasti Tang.
Li
Yuan adalah seorang yang berbelas kasih, ia menjamin kelangsungan hidup para
keluarga raja Dinasti Sui. Pada tahun 626 ia turun tahta dan digantikan oleh
puteranya, Li Shimin, yang bergelar Kaisar Tang Taizong (626 – 649). Di bawah
pemerintahan Taizong, Tiongkok menjadi negara adikuasa. Dengan kecerdasannya
dalam bidang politik yang mengkombinasikan kekuatan militer dan diplomasi,
serta memecah belah suku-suku di sekitarnya, ia menjadikan Tiongkok sebagai
negara terkuat di Asia Utara. Ia menghancurkan sepenuhnya kekuatan suku – suku
Turki Timur dan berhasil menguasai Daerah Ordos serta Mongolia Dalam.
Pada
masa kekuasaan Taizong hubungan antara timur dan barat makin terbuka dan
Chang-an, ibu kota Dinasti Tang menjadi kota terbesar dan termegah pada
jamannya. Salah satu prestasi terkenal pada masa kini adalah perjalanan Bhikshu
Xuanzang (kembali ke Chang-an pada tahun 645) untuk mengambil kitab suci
Tripitaka di India, dimana perjalanan ini mengandung semangat penjelajahan yang
baru menghinggapi bangsa barat sekitar 600 tahun kemudian. Rute perjalanannya
mirip dengan rute Marcopolo, sehingga Xuanzang terkadang disebut sebagai
Marcopolonya Tiongkok.
Pengganti
Taizong adalah kaisar-kaisar lemah. Berturut-turut Tiongkok diperintah oleh
Gaozong (649 – 683), Zhongzong (684; 705 – 710), dan Ruizong (684 – 690; 710 –
712). Kaisar Gaozong adalah seorang yang lemah secara fisik, sehingga akhirnya
sedikit demi sedikit kekuasaan jatuh pada selir kesayanganya yang ambisius,
bernama Wu Zetian (690 – 705). Ketika Gaozong terkena stroke pada tahun 660 dan
mengalami kebutaan serta kelumpuhan, Wu mulai bertindak atas nama suaminya di
dalam memegang kekuasaan kenegaraan.
Setelah
kematian suaminya, Wu mengangkat berturut-turut dua orang kaisar, yakni
Zhongzong dan Ruizong sebagai kaisar boneka, sebelum akhirnya pada tahun 690,
ia mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar dan menyebut Dinastinya dengan
nama Zhou. Namun sayang sekali Wu lupa diri dan melakukan tindakan yang
bertentangan dengan moralitas di istananya. Penyuapan dan korupsi marak di
mana-mana, sehingga sang kaisar wanitapun kehilangan simpati rakyat. Pada tahun
705 setelah gagal menyelamatkan kekasih-kekasihnya dari pembunuhan oleh
pengawal istana yang marah, Ratu Wu turun tahta. Kaisar Zhongzong dan Ruizong
naik tahta kembali, sehingga dengan demikian Dinasti Tang bangkit kembali.
Kebudayaan
dan kesenian dinasti Tang makin berkibar pada masa kaisar berikutnya yang
bergelar Xuanzong (712 – 756), dimana ia juga merupakan seorang seniman. Salah
satu prestasi besarnya adalah pembuatan patung lembu yang terbuat dari besi
tuang, dimana patung tersebut ditemukan kembali pada tahun 1989 sejumlah empat
buah.
Hasil
karya tersebut menunjukkan betapa majunya Tiongkok di dalam seni pengolahan dan
pengecoran logam. Ilmuwan terkenal pada masa Xuanzong adalah Yixing (683 –
727), yang sekaligus merupakan seorang Bhikshu Buddha. Ia adalah orang pertama
yang menghitung panjangnya garis bujur bumi dan penemu sebuah alat yang khusus
dipergunakan untuk mengukur panjang lingkaran garis bujur. Yixing juga
merupakan penterjemah beberapa kitab-kitab suci Buddhis dari Bahasa Sansekerta
ke Bahasa Mandarin (antara lain Kitab Mahavairocana Sutra) sehingga memperkaya
kesusasteraan Tiongkok.
Kaisar-kaisar
Dinasti Tang setelah Xuanzong merupakan kaisar-kaisar yang lemah dan masa akhir
Dinasti Tang ditandai dengan kekacauan dan pemberontakan. Salah satu
pemberontakan terbesar yang menggoyahkan Dinasti Tang adalah pemberontakan An
Lushan yang berlangsung hingga tahun 763 selama pemerintahan dua kaisar, yakni
Suzong (756 – 762) dan Daizong (762 – 779). Pemberontakan ini menyita kekayaan
dan kekuatan Dinasti Tang. Kelemahan Dinasti Tang ini tidak disia-siakan oleh
Bangsa Tibet yang berulang kali menyerang Tiongkok hingga tahun 777. Hingga
menjelang akhir hayatnya, para kaisar terakhir Dinasti Tang gagal untuk
mempertahankan kekuasaannya atas para gubernur setempat. Bahkan jarang dari
para kaisar tersebut yang memerintah lebih dari 15 tahun. Salah seorang dari
para gubernur yang makin kuat tersebut, Zhu Wen, membunuh Kaisar Zhaozong (888
¡V 904), serta mengangkat putera kesembilannya, Aidi (904 – 907) sebagai kaisar
boneka. Namun pada akhirnya ia sendiri mengangkat dirinya sebagai kaisar serta
memproklamasikan berdirinya Dinasti Liang Akhir, sehingga berakhirlah Dinasti
Tang.
Selama
periode berikutnya, Tiongkok kembali mengalami perpecahan dan kekacauan. Lima
dinasti secara berturut-turut berkuasa di utara (Liang Akhir, Tang Akhir, Jin
Akhir, Han Akhir, dan Zhou Akhir), sementara itu di selatan terdapat sepuluh
kerajaan. Oleh karenanya periode sejarah ini dinamakan Wu Dai Shi Guo (Lima
Dinasti dan Sepuluh Kerajaan).
K. Zaman Lima Dinasti dan Sepuluh
Kerajaan
Runtuhnya dinasti tang membawa
cina dalam zaman kegelapan yang cukup panjang. Cina mengalami zaman kegelapan
dan kekacauan ini hampir setengah abad. Diwilayah utara secara bergantian
berdiri lima dinasti yang masing-masing hanya berkuasa dalam waktu yang
relative singkat, yaitu:
1. Liang akhir (907-923) yang didirikan oleh Liang Tiazu
setelah berhasil mengahncurkan dinasti Tang.
2. Tang kahir (923-947) yang didirikan Li cunxu yang berhasil
menaklukan Liang akhir.
3. Jian akhir (936-947) didirikan oleh Shih Ching Tang
4. Han akhir (947-951) didirikan oleh Liau Chi Yuan
5. Zhou akhir (951-960) didirikan oleh cou wei, tapi
kerajaan ini tidak berlangsung lama karena Zhao kuangyin merebut tahta dan
mendirikan dinasti shong.
Sementara itu di selatan secara
silih berganti berdiri sepuluh kerajaan yang keadaannya lebih stabil. Adapun
kerajaan-kerajaan tersebut adalah:
1. Kerajaan
Wu (902-937)
|
2. Kerajaan
Tong selatan (937-965)
|
3. Kerajaan
Ping selatan (924-963)
|
4. Kerajaan
Chu (927-951)
|
5. Kerajaan
shu awal (907-925)
|
6. Kerajaan Shu akhir (934-965)
|
7. Kerajaan Ming (909-945)
|
8. Kerajaan utara (951-979)
|
9. Kerajaan Han Utara (917-971)
|
10. Kerajaan
Wu Yue (907-978)
|
L. Dinasti Song
Zhao Kuangyin merupakan seorang panglima perang dari
dinasti Zhou akhr yang berhasil mempersatukan cina dan mendirikan dinasti Song.
Zhao berhasil menghapuskan kekuasaan para gubernur militer sehingga politik
menjadi lebih stabil. Lima penguasa pertama dinasti song merupakan penguasa
berpikiran palinng maju dalam sejarah cina. Namun dinasti song harus
memindahkan kekuasaannya ke selatan Karen serbuan Bengsa Jin. Ibu kota song
dipindahkan ke Linan oleh panngeran Zhao Gou. Pada masa dinasti Song selatan
Cina mengalami ketidak stabilan baik dari segi politik maupun militer. Dinasti
Song runtuh karena serangan bangsa mongol pada masa kekuasaan kubilai khan.
M. Dinasti Yuan
Dinasti Yuan merupakan dinasti
asing di Cina karena didirikan oleh bangsa mongol. Dinasti Yuan secara resmi
didirikan oleh kubilai khan, walaupun sebenarnya Jengsi khan lah yang menjadi
pelopor dari idnasti ini. Periwtiwa penting yang terjadi pada masa kubilai khan
adalah berkunjungnya marcopolo yang sekaligus menandai adanya hubungan antara
dunia timur dengan dunia barat. Kubilai khan juga terkenal sebagai raja yang
terus melakukan invansi besar-besaran kea rah timur dan selata, yaitu ke korea,
jepang, campa, annam, dan jawa. kubilai khan juga terkenal sebagai seorang raja
yang sangat toleransi dengan umat beragama.
Kubilai khan digantikan oleh
temur oijeitu. Pada masa pemerintahannya ditandatangani perjanjian perdamaian
dengan jepang. Akhir dinasti Yuan terjadi banyak benacan alam, seperti banjir
dan wabah penyakit sampar. Selain itu juga terjadi banyak pemberontakan antara
lain pemberontakan topi merah yang dipimpin oleh zhu Yuanzhang.
N. Dinasti Ming
Zhu Yuanzhang berhasil mengusir bangsa mongol kembali
ke utara dan menghancurkan dinasti Yuan. Ia mendirikan dinasti Ming dengan
ibukota di Yingtian. Zhu Yuanzhang menjabat sebagai kaisar. Ia melakukan
reformasi sistem pemerintahan dan birokrasi untuk mencegah menculnya lembaga
pemerintahan yang mempunyai wewenang yang terlalu besar.
Dipenghujung dinasti Ming, pemberontakan marak terjasi
di seluruh negeri. Beijing jatuh ke tangan Li Zicheng. Li bersengketa dengan
salah satu jederal ming, wu Sangui. Untuk menunbangkan Li zicheng, Wu Sangui
menangkapi seluruh keluarga Li yang tinggal di ibukota Ming. Mereka diserahkan
kepada suku Manchu. Wu dibantu suku Manchu akhirnya bisa mengalahkan Li. Suku
Manchu akhirnya membangun kekuasaan baru di tanah china.
O.
Dinasti
Qing
Dinasti qing dikenal juga dengan
sebutan dinasti Manchu. Setelah berhasil mengalahkan Li, orang-orang Manchu
akhirnya bisa menguasai Beijing pada tahun 1644. Pangeran Duo’ergun akhirnya
mendirikan dinasti Qing dan mengangkat Shunzui sebagai kaisar pertamanya.
Dengan bantuan jendrak-jendral Ming yang membelot, pasukan Qing mampu menghabisi
sisa-sisa keluarga kerajaan Ming yang berusaha mendirikan tahta baru di
selatan.
Dinasti Qing terkenal dengan
kebijakannya yaitu memaksa orang-orang China menuruti cara berpakaian dan gaya
rambut bangsa Manchu, yaitu mencukur rambut bagian depan dan mengepang rambut
bagian belakang. Bagi orang China kebijakan ini merupakan sebuah hinaan. Namun
mereka tidak bisa menolak karena bagi orang China yang tidak mau menurut akan
mendapat hukuman penggal.
Kehadiran bangsa barat awal abad
ke-18 menggerogoti kekuasaan bangsa Manchu. Terjadi banyak pemberontakan, yang
terbesar adalah pemberontakan Taiping. Setelah itu meletus perang candu dan
terjadi revolusi kebudayaan China. Dengan berakhirnya Dinasti Qing maka
berakhir pula sistem kekuasaan dinasti di China.
P. China Modern
China adalah sebuah fenomena menarik
dalam dunia modern. Tidak ada yang pernah mengerti dengan benar negara bangsa
dengan peradaban terlama di dunia ini mampu menggerakkan kemajuan ekonomi
mengikuti selurus asas kapitalistik yang dibungkus dengan sebutan ekonomi pasar
sosialis.
Banyak yang masih mencari apa yang
menjadi kekuatan penggerak di balik kemajuan yang berhasil dicapai dalam kurun
30 tahunan, menjadikan China sebagai negara yang sangat berpengaruh yang mampu
melampaui keberhasilan ekonomi dan perdagangan Jepang, Jerman, Inggris, dan
negara maju lain.
Banyak yang percaya kalau Partai
Komunis China (PKC) adalah mesin penggerak utama yang menghasilkan berbagai
perubahan, termasuk memperkenalkan asas kapitalistik dan menjadikan para pedagang
dan pengusaha ikut menjadi bagian sebagai anggota PKC. Dan tema penting adalah
bagaimana menempatkan rakyat ke dalam keseluruhan pembangunan.
Ada empat aksara China yang menjadi
inti penting bagaimana kekuasaan China menempatkan rakyatnya. Empat aksara yang
ditulis tangan oleh Mao Zedong ketika mendirikan RRC dan menjadi simbol (foto
atas) adalah ”wei renmin fuwu”. Mengabdi untuk rakyat. Aksara yang terpampang
di mana-mana, termasuk gerbang utama Zhongnanhai, tempat para pejabat negara
bekerja dan tinggal.
Rakyat menjadi tema sentral kekuasaan
PKC dan dilema utama yang ingin diselaraskan sesuai dengan kemajuan yang
dicapai adalah bagaimana menempatkan adat istiadat sesuai dengan konteks
kemajuan modernisasi China.
Kapital-sosialisme
China adalah negara dengan catatan
peradaban yang panjang dan agama ataupun kepercayaan di China sekarang ini
menjadi isu penting dalam mengisi kemajuan pembangunan ekonomi dan menempatkan
PKC sebagai penggerak dan pelopor utamanya.
Salah satu fenomena menarik adalah
berdirinya patung Konfusius di Lapangan Tiananmen, lapangan sakral tempat
diproklamasikannya RRC. Selama sejarah kekuasaan komunis, terutama pada masa
Revolusi Kebudayaan, penguasa PKC melakukan pembatuan total pemikiran rakyat
China atas ajaran dan kepercayaan yang dianggap menghambat terbentuknya
masyarakat sosialis.
Setelah kemajuan yang dicapai China
selama ini, ada persoalan yang dihadapi bagaimana mengisi kesejahteraan dalam
persaingan ekonomi di kalangan rakyat dalam sistem terbuka. Kehadiran patung
perunggu Konghucu di Lapangan Tiananmen, Beijing, menunjukkan bahwa ada
kesadaran para penguasa Beijing perlunya sebuah pegangan bagi rakyat yang
sesuai dengan karakteristik China.
Robert Lawrence Kuhn buku terbarunya How China’s Leader Think: The Inside
Story of China’s Reform and What This Means for the Fuuture (John Wiley &
Sons, 2010) menceritakan bagaimana dilema para pemimpin China antara tingkat
kepercayaan dalam ekonomi pasar dan rasa bisnis yang harus muncul agar tidak
terjadi stagnasi dalam masyarakat.
Ada semacam upaya untuk menggali
kembali nilai-nilai tradisional lama yang pernah menjadikan berbagai kekaisaran
China mengalami masa kejayaannya, dan menggabungkannya dengan berbagai prinsip
yang dianut PKC untuk menghasilkan nilai-nilai yang berkarakteristik China.
China tidak hanya membangun dengan
penuh percaya diri tentang sosialisme ala China, tetapi juga kapitalisme ala
China untuk menjadi kapital-sosialisme ala China yang sesuai dengan budaya,
moral, dan etika yang menjadi fondasi masa kejayaan kekaisaran China yang lalu.
Dan ini upaya dilakukan dengan pemisahan yang jelas dan tegas, persoalan
politik yang tidak bisa bercampur dengan masalah kemajuan pembangunan ekonomi.
Senin, 03 Juni 2013
Kritik Terhadap Sistem Pendidikan Nasional
KRITIK TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Oleh: Mu’arif Nur Rizqi
Sistem Pendidikan Nasional
di Indonesia mengatur seluruh hal tentang pendidikan di Indonesia, termasuk
permasalahan-permasalahan di dalamnya harus diselesaikan dengan mengacu pada
Sistem Pendidikan Nasional tersebut. Pada kenyataannya, Sistem Pendidikan Nasional
ini tidak cukup mampu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul.
Perlu diketahui, Sistem
Pendidikan Nasional merupakan warisan dari Sistem pendidikan yang dirancang
oleh Belanda untuk warga pribumi di Indonesia beberapa abad lalu. Pendidikan
tersebut terbatas pada menulis, membaca, dan berhitung. Hal ini tanpa alasan,
karena tujuan mereka hanya ingin menempatkan rakyat sebagai buruh-buruh kasar.
Dan inilah yang diterapkan kini di Indonesia, perbedaannya jika dahulu rakyat
diberikan pendidikan untuk menjadi pegawai rendahan bahkan seorang buruh kasar
sedangkan sekarang pendidikan yang diberikan seakan-akan hanyalah ilmu untuk
pengisi kurikulum dan mengejar nilai akademis atau gelar lalu mencari kerja dan
dapat penghasilan. Terlepas dari semua itu, seharusnya sistem pendidikan dapat
menstimulasi peserta didik untuk dapat berpikir sebagai mental penjajah bukan
sebagai mental orang yang terjajah.
Dalam UU No.20 Tahun 2003
disebutkan bahwa “visi pendidikan nasional adalah memberdayakan semua warga negara Indonesia,
sehingga dapat berkembang menjadi manusia berkualitas yang mampu bersaing dan
sekaligus bersanding dalam menjawab tantangan zaman”. Pada kenyataannya pendidikan yang tidak merata,
praktek KKN dalam CPNS masih terjadi. Jadi, siapakah yang harus bertanggung
jawab atas karut marutnya fenomena ini? Apakah kepada sistem atau oknum yang
menerapkan sistem?
Selain itu, pemerintah telah
memberikan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN maupun APBD untuk
kelancaran pendidikan hal ini terjadi ketimpangan dengan UU No. 22 Tahun 1999
tentang pemerintahan daerah, UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan
antara pemerintah pusat dan daerah , dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000
tentang kewenangan pemerintah. Ketimpangan yang terjadi adalah ketimpangan
antara anggaran yang diperuntukkan kepada pemerintah provinsi dan anggaran
pendidikan untuk wilayah kabupaten. Setidaknya, kabupaten akan kewalahan untuk
masalah pendidikan dasar dan pengembangan pendidikan awal.
Disebutkan pula dalam Sistem
Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi-potensi
peserta didik yang menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Namun, dalam praktek atau pelaksanaannya bertolak
belakang dengan tujuan tersebut, dimana pendidikan agama di setiap sekolah
hanya beberapa jam saja setiap minggunya begitu pula di Perguruan Tinggi, mata
kuliah agama yang tidak berpengaruh terhadap watak dan akhlak mahasiswa
(kecuali bagi mereka yang sadar secara individualis dengan aktif di
organisasi-organisasi keislaman).
Terlepas dari semua kenyataan
yang memilukan tersebut, kami sebagai peserta didik yang menjadi objek langsung
dari Sistem Pendidikan Nasional ini mengharapkan bahwa pendidikan seharusnya dapat menstimulasi peserta didik untuk dapat berpikir
sebagai mental penjajah bukan sebagai mental orang yang terjajah (bukan arti
yang sebenarnya.
Sumber Bacaan
http://moshimoshi.netne.net/materi/ilmu_pendidikan/bab_8.htm (diakses pada 1 Juni
2013).
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/03/3/151026/Sistem-Pendidikan-Nasional-Gagal-Atasi-Persoalan-Bangsa (diakses pada 1 Juni
2013).
http://sarastiana.blog.ugm.ac.id/2013/05/27/masih-tentang-dualisme-sistem-pendidikan-nasional-desentralisasi-dan-sentralisasi/ (diakses pada 1 Juni
2013).
Sabtu, 16 Maret 2013
Revolusi Industri Inggris
REVOLUSI
INDUSTRI INGGRIS
Oleh:
Mu’arif Nur Rizqi
Sebelum abad ke-18 sistem perekonomian
masyarakat Eropa sangat bergantung pada sistem ekonomi agraris. Akan tetapi
setelah memasuki abad ke-18 terjadi perubahan besar dalam pola hidup masyarakat
Eropa. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan mulai digunakannya tenaga mesin
sebagai alat produksi di pabrik-pabrik menggantikan tenaga manusia dan hewan.
Perubahan inilah yang disebut dengan Revolusi
Industri. Sehingga
Revolusi Industri dapat dikatakan sebagai suatu peristiwa yang mengubah sistem
ekonomi agraris menjadi sistem ekonomi industri yang menggunakan tenaga mesin
sebagai alat produksinya, menggantikan tenaga hewan dan manusia.
Sebelum
dikenal alat-alat mekanis dan otomatis, masyarakat Eropa bekerja dengan
menggunakan alat-alat manual (menggunakan tenaga manusia) dan masih
mengandalkan kecepatan kedua tangan dan kaki. Artinya, alat-alat tersebut tidak
akan berfungsi dan bekerja jika tidak ada tangan atau kaki. Peralatan yang
dimaksud seperti cangkul, parang, sekop, gergaji, pisau, pengukur, palu, penenun,
pemintal, pancung, jala, pendayung, dan lain-lain.
Pada
masa revolusi industri, peralatan tersebut jarang digunakan sebab telah
ditemukan mesin pemintal, mesin tenun, lokomotif, dan sebagainya. Semua mesin
tersebut bukan digunakan oleh tangan dan kaki, tetapi oleh mesin uap. Dengan
demikian, pada masa revolusi industri terjadi penghematan tenaga manusia.
Setelah revolusi industri terjadi, perbedaan pola hidup masyarakat sangat
terlihat sekali.
Latar
Belakang Revolusi Industri
Revolusi
Industri di kawasan benua Eropa bermula di negara Inggris. Kemudian pada awal
abad ke-19, mulai menyebar ke negara-negara Eropa lainnya dan negara-negara di
benua Amerika.
Adapun
sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya revolusi industri tersebut adalah
sebagai berikut:
·
Keamanan dalam negara
Inggris yang mantap
Mantapnya kondisi keamanan negara Inggris
pada sekitar abad ke-18, sehingga menjamin seluruh segi kehidupan masyarakat
Inggris pada saat itu. Begitu pula dengan sistem ekonomi, masyarakat Inggris
dengan tenang dan tanpa rasa takut menjalankan roda perekonomian mereka.
·
Mulai berkembangnya
kegiatan kewiraswastaan dan manufaktur
Perkembangan masyarakat
Eropa sebelum Revolusi Industri hidup dalam sistem perdagangan yang masih
menggunakan uang dan sistem barter. Kegiatan-kegiatan produksi dilakukan di
rumah-rumah atau kerajinan rumah (home
industry).
Di Perancis dikenal istilah "gilda",
yaitu bengkel kerja dan pusat usaha. Setiap orang yang akan memesan
barang-barang dapat menghubungi gilda. Alat-alat yang dihasilkan oleh gilda
adalah alat rumah tangga, alat kerja pertanian, dan sebagainya. Gilda baru
bekerja apabila ada pesanan.
Perkembangan selanjutnya dari gilda ini
adalah munculnya minat yang luar biasa dai masyarakat Inggris terhadap tempat
pengolahan yang lebih memadai seperti pabrik. Dari minat inilah, muncul
kegiatan ekonomi manufaktur dimana para pekerja tidak lagi bekerja di
rumah-rumah melainkan ditempat-tempat khusus yang disediakan pengusaha sebagai
tempat produksi.
·
Inggris memiliki kekayaan
alam terutama batu bara dan bijih besi
Kekayaan SDA Inggris seperti banyak
ditemukannya batu bara dan bijih besi, telah membantu Inggris dalam
mengembangkan industrinya karena batu bara dan bijih besi sangat diperlukan
dalam proses produksi. Batu bara dijadikan sebagai bahan bakar mesin-mesin dan
bijih besi diperlukan untuk industri berat. Kekayaan alam tersebut ditunjang
oleh kemampuan dan keinginan manusianya.
Orang Inggris terkenal
sebagai orang yang rajin dan tekun dalam penelitian alam. Kemauan dan keuletan
warga Inggris itu, didukung oleh adanya lembaga penelitian bernama The
Royal for Improving Natural Knowladge yang
didirikan oleh pemerintah Inggris tahun 1662 dan The
French Academy of Science yang didirikan tahun 1666. Kedua lembaga
tersebut mensponsori kegiatan-kegiatan eksplorasi alam, sehingga dengan adanya
lembaga-lembaga ini telah mendorong tejadinya penemuan-penemuan baru di
kemudian hari.
·
Inggris memiliki banyak
daerah jajahan
Kerajaan Inggris pada abad ke-18 memiliki
banyak daerah jajahan yang tersebar di benua Afrika dan Asia. Daerah-daerah
jajahan inilah yang mendukung kegiatan industri Inggris, karena daerah-daerah
jajahan tersebut dapat menyediakan bahan baku yang diperlukan oleh industri
Inggris. Selain itu, daerah-daerah jajahan tersebut dapat dijadikan sebagai
tempat pemasaran hasil industri Inggris.
·
Terjadinya Revolusi Agraria
Kondisi masyarakat Inggris
yang dilanda gejolak turut melatarbelakangi revolusi industri di negara
tersebut. Gejolak yang dimaksud adalah Revolusi
Agraria (pertanian).
Revolusi agraria ini disebabkan oleh
berkembangnya kerajinan pakaian wol, yang dengan sendirinya meningkatkan
permintaan bulu domba. Dari hal itu, usaha di bidang wol menjadi sangat
menarik, maka tanah pertanian diubah menjadi peternakan domba.
Untuk keperluan peternakan domba tersebut,
tanah para bangsawan yang tersebar letaknya dikumpulkan dengan cara
ditukar-tukar dengan tanah milik petani. Tanah yang berupa tanah padang rumput
itu dipagari dan digunakan sebaai penggembalaan domba. Perubahan fungsi tanah
menjadi lahan peternakan pun disebabkan harga gandum yang turun.
Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap
para petani. Sebelumnya, pada saat tanah pertanian masih diusahakan mereka
bekerja sebagai petani penyewa. Sebab tanah di Inggris pada dasarnya adalah milik
raja dan bangsawan.Sejak tanah itu diubah menjadi lahan peternakan jumlah
pekerja yang dibutuhkan relatif sedikit. Akibatnya, banyak para petani beralih
kerja sebagai pekerja di tambang batu bara dan pabrik-pabrik tekstil. Ada pula
yang pergi ke kota yang mencari kerja disana. Namun, lapangan kerja terbatas
dan akhirnya muncul gelandangan. Munculnya gelandangan menjadi masalah
tersendiri bagi pemerintah. Pada saat perkembangan industri sangat pesat di
perkotaan, pemerintah dapat menanggulangi masalah gelandangan degan menjadikan
sebagai buruh.
·
Munculnya paham ekonomi
liberal
Kegiatan lain yang
mendorong lahirnya Revolusi Industri adalah kegiatan perekonomian. Sejak abad
ke-17, dunia pelayaran dan perdagangan di Inggris. berkembang pesat.
Perkembangan itu dibuktikan oleh banyaknya kongsi-kongsi dagang, seperti EIC (East
India Company), Virginia
Co.,Plymouth
Co., Massachusets
Bay Co.,
dan lain-lain. Para kongsi dagang banyak memperoleh keuntungan dari penanaman
modalnya di Inggris dan daerah lain. Sebagian besar dari keuntungannya itu
ditabung di bank, sehingga secara keseluruhan aktivitas mereka memberi
kesejahteraan bagi Kerajaan Inggris.
Gejolak dalam masyarakat
lainnya adalah munculnya paham ekonomi liberal. Tokoh-tokoh yang mengembangkan
paham ini adalah Adam Smith, Thomas
Robert Malthus, David
Ricardo,
dan John Sturart Mill.
Paham ekonomi liberal muncul sebagai reaksi terhadap paham ekonom merkantilisme
yang melahirkan sistem ekonomi yang diatur oleh pemerntah.
Para pencetus gagasan ekonomi liberal menyatakan
kemakmuran rakyat akan cepat tercapai apabila rakyat dibebaskan untuk melakukan
kegiatan ekonomi. Lahirnya paham ekonomi liberal di Inggris memantapkan
persiapan masyarakat menuju suatu zaman industri. Artinya, paham ekonomi
liberal memberi peluang bagi perkembangan industri-industri baru di Inggris.
·
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
Sejak awal abad ke-16, Inggris mulai memasuki
abad pemkiran yang mengakibatkan munculnya ilmuwan-ilmuwan terkemuka dalam
berbagai bidang pengetahuan dan teknologi. Bersama dengan munculnya
ilmuwan-ilmuwan baru tersebut, muncul pula ide-ide baru.
Ide dan gagasan bau tersebut mendorong
terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan yang
didasarkan atas ide dan gagasan baru tersebut, muncul pula penemuan-penemuan
baru yang dapat memperingan segala jenis pekerjaan manusia. Dengan
temuan-temuan baru inilah Revolusi Industri dimulai.
Jalannya
Revolusi Industri
Perkembangan Revolusi Industri di Inggris
ditandai dengan penemuan mesin-mesin yang berguna bagi dunia industri. James
Watt pada tahun 1763 menemukan mesin
uap.
Hasil temuannya itu lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan hasil
penemuan Thomas Newcomen.
Temuan Newcomen, hanya berupa mesin yang dapat memompa air yang menggenang di
tambang-tambang batu bara dan masih menggunakan tenaga manusia.
Dengan
demikian, temuan James Watt dapat digunakan di pabrik-pabrik. Awalnya
pabrik-pabrik sangat bergantung pada tenaga air. Oleh karena itu, pabrik harus
didirikan di dekat sungai. Dengan menggunakan bahan bakar batu bara, mesin uap
temuan Watt, menyebabkan pabrik-pabrik tidak bergantung lagi pada tenaga air
dan dapat didirikan dimana saja.
Penemuan lainnya yang menunjang kemajuan
industri adalah penemuan mesin-mesin pertekstilan. penemuan dibidang tekstil
ini didasarkan pada keinginan untuk memproses bahan tekstil secara cepat. Pada
tahu 1768, ilmuwan Richard Arkwrightdan John
Kay menemukan
alat tenun yang dapat memproduksi cepat (flying
shuttle dan water
frame).
Temuan ini lebih maju dibandingkan temuan John
Hargreaves,
yaitu mesin pemintal yang dapat menghasilkan beberapa benang (spinning
jenny).
Mesin tersebut masih digerakkan oleh tenaga kuda dan tenaga air. Tahun 1785,
penemuan mesin tenun yang lebih otomatis (power
loom)
dibuat olehEdmund Cartwright.
Dia menggabungkan penemuan Arkwirght, Kay, Hargreaves, dan James Watt. Mesin
tenun dan puntal temuan Edmund Cartwright menggunakan mesin uap.
Hasil temuan James Watt ternyata menjadi
inspirasi bagi penemuan teknologi lainnya dalam bidang industri ataupun alat
transportasi. Diantaranya adalahHenry
Cort,
menemukan mesin pelebur bijih besi dengan bahan bakar batu bara. Penemuan ini
melahirkan temuan lain dalam bidang transportasi seperti kapal uap oleh Robert
Fulton dan
kereta api uap oleh George Stephenson.
Pada
akhirnya, penemuan di bidang teknologi memiliki dampak yang luas di bidang
industri. Sehingga, produksi barang dapat diproses dengan cepat. Proses
didistribusikan dan pemasaran barang-barang industri pun semakin lancar, ketika
berkembangnya sarana jalan dan alat trnsportasi yang digerakan oleh mesin.
Dampak
Revolusi Industri
Perubahan
yang sangat cepa di bidang industri membawa akibat yang luas di berbagai aspek
kehidupan. Dampak yang paling meonjol dari Revolusi Industri di Inggris adalah
menculnya kapitalisme, adanya pengambilan lahan pertanian menjadi lahan
industri, dan munculnya upaya pencarian daerah pemasaran di negeri jajahan.
·
Munculnya Kapitalisme
Akibat langsung dari Revolusi Industri ini
adalah terbentuknya lapisan masyarakat baru, yaitu masyarakat pemilik modal.
dengan kekuatan modal, mereka dapat menjalankan dan membangun sektor-sektor
indsutri di Inggris. Dan para pemilik modal inilah muncul istilah kapital (yang
atinya modal).
Kapitalisme adalah
suatu paham ekonomi yang berpandangan bahwa pendapatan (laba) dapat
ditingkatkan dengan cara ditunjang oleh sejumlah modal yang banyak, pengusaha
sektor produksi, sumber bahan baku, distribusi (pemasaran), dan teknologi
terbaru. Dalam pandangan tersebut kaum kapitalis sangat menginginkan adanya
kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu dalam usahanya, persaingan
yang bebas tanpa adanya campur tangan dari pihak pemerintah, sehingga
kemakmuran bangsa dan negara hanya dapat diatur melalui mekanisme pasar.
Masyarakat kapitalis ternyata tidak hanya
berkembang di Inggris saja melainkan berkembang pula di negara-negara yang ada
di kawasan Benua Eropa seperti, Perancis, Belgia, Belanda, Jerman dan Italia. Masyarakat
kapitalis inilah yang menggerakkan perekonomian nasional. Akibatnya dengan
kekuatan modalnya, golongan kapitalis juga dapat mempengaruhi
kebijakan-kebijakn pemerintah, sehingga kebijakn tersebut akan lebih menguntung
bagi kelancaran usaha mereka
·
Pengambilan Tanah Untuk
Lahan Industri
Seperti yang telah diuraikan diatas, salah
satu dari dampak revolusi Industri adalah munculnya kelompok masyarakat yang
memiliki modal. Dengan modal yang dimilikinya, mereka menguasai perekonomian.
Bahkan. dengan modalnya itu mereka dapat meluaskan lapangan usaha industrinya.
Usaha industri perlu lahan, mereka para pemilik modal membeli tanah-tanah
pertanian milik bangsawan. Pada akhirnya pembelian lahan pertanian itu
menimbulkan beberapa dampak.
Pertama, para petani yang semula bekerja di
lahan pertanian milik bangsawan menjadi kehilangan pekerjaan. Mereka berusaha
mencari kerja di tempat lain. Ada sebagian diantara mereka pindah ke kota
bekerja sebagai buruh. Majikan mereka memberi upah yang rendah. Berbeda ketika mereka
menjadi petani di tanah-tanah milik bangsawan, upah mereka cukup besar, sebab
sistem upah diatur secara bagi hasil bari hasil panen.
Kedua, lahan pertanian yang
diubah menjadi lahan indistri, lama-kelamaan menjadi pusat industri dan
akhirnya muncullah kota-kota industri. Di Inggris pada saat itu berkembang
kota-kota industri, seperti Manchester,
Liverpool, Sheffielddan Birmingham.
Di kota-kota indsutri tersebut, selain tumbuh pabrik-pabrik industri juga
tumbuh kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya seperti menjual barang-barang
kebutuhan sehari-hari.
Ketiga, berkembangnya kota industri
melahirkan kelas buruh. Pembangunan tenaga mesin di pabrik-pabrik mengakibatkan
penggunaan tenaga buruh terbatas. Namun demikian, jumlah mereka tetap banyak.
Karena itu, upah buruh menjadi rendah. Akibatnya banyak pengangguran dan
kemiskinan.
Upah buruh rendah menimbulkan pertentangan
antara buruh dengan majikan. Aksi pemogokan bermunculan sebagai wujud protes
kaum buruh. Keadaan seperti ini sering terjadi sehingga keamanan negara menjadi
kacau. Oleh karena itu, negara turut campur dalam pengelolaan beberapa
perusahaan yang dianggap penting untuk kesejahteraan buruh dan rakyat.
·
Negeri Jajahan sebagai
Daerah Pemasaran
Kelompok yang mendapat keuntungan besar dari
adanya revolusi indsutri adalah para pemilik modal. Mereka sering disebut kaum
kapitalis. Munculnya revolusi industri menimbulkan kapitalisme modern, yang
memperlihatkan peranan kaum kapitalis sebagai produsen, pedagang dan sekaligus
pembagi barang-barang.
Di bidang ekonomi harga barang menjadi murah.
Hal itu disebabkan penggunaan mesin-mesin dapat melahirkan produksi secara
massal dan biasanya rendah. Jika dibandingkan dengan barang hasil kerajinan
tangan, harga lebih mahal. Akibat lain di bidang ekonomi adalah perdagangan
dunia semakin maju. Ini disebabkan karena keperluan akan bahan industri dan
pasaran untuk industri makin luas. Komunikasi lalu lintas yang semakin ramai
mendorong para pengusaha mencari daerah pemasaran.
Untuk mencari keuntungan yang
sebesar-besarnya kaum kapitalis bekerjasama dengan pemerintah agar dapat
menjalankan kegiatan usahanya. Bangsa Eropa yang mempunyai daerah jajahan,
menjadikannya sebagai daerah bahan industri, sebagai sasaran hasil industri,
dan sebagai daerah penanaman modal. Secara singkat dapat dikatakan bahwa
Revolusi Industri telah melahirkan bentuk imperialisme baru.
Langganan:
Postingan (Atom)