Senin, 01 Oktober 2012

Makalah Perkembangan dan Pertumbuhan pada Fase Dewasa


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Masa dewasa merupakan masa tenang setelah mengalami berbagai aspek gejolak perkembangan pada masa remaja. Masa dewasa juga merupakan masa pematangan kemampuan dan karakteristik yang telah dicapai pada masa remaja. Usia di atas 20 tahun dikelompokkan sebagai usia dewasa. Kelompok usia dewasa dibagi lagi menjadi kelompok dewasa muda (20 tahun sampai 40 tahun) dan dewasa (40 tahun sampai 65 tahun ke atas).
Tiap rentang usia memiliki karakteristik sendiri, tetapi karakteristik tersebut tidak sedinamis dan beragam seperti karakteristik perkembangan pada rentang-rentang usia sebelumnya. Hampir seluruh aspek kepribadian mencapai puncak kematangannya pada akhir masa adolesen, atau awal masa dewasa muda. Pada usia dewasa, terutama dewasa muda perkembangan masih berlngsung, pada usia dewasa ada aspek-aspek lainnya berjalan lambat atau berhenti. Bahkan ada aspek-aspek yang mulai menunjukkan terjadinya kemunduran-kemunduran.
Aspek jasmaniah mulai berjalan lamban, berhenti dan secara berangsur menurun. Aspek-aspek psikis (intelektual-sosial-emosional-nilai) masih terus berkembang, walaupun tidak dalam bentuk penambahan atau peningkatan kemampuan tetapi berupa perluasan dan pematangan kualitas. Pada akhir masa dewasa muda (sekitar usia 40 tahun), kekuatan aspek-aspek psikis ini pun secara berangsur ada yang mulai menurun, dan penurunannya cukup drastis pada akhir usia dewasa.

B.    Rumusan Masalah
·         Bagaimana karakteristik perkembangan orang dewasa?
·         Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan orang dewasa?
·         Apa saja perbedaan individual orang dewasa?
·         Apa saja kebutuhan-kebutuhan orang dewasa?

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Karakteristik Perkembangan Orang Dewasa

1.      Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik telah lengkap dan mencapai puncaknya pada masa adolesen. Pada dewasa muda tinggi badan orang maksimal naik sekitar 2-3 cm kecuali dengan latihan-latihan yang luar biasa, tinggi badan orang dewasa bias naik sedikit lebih tinggi lagi. Perkembangan berat badan terus berjalan dan bias tidak beraturan sesuai dengan kebiasan hidup, terutama kebiasaan makan, mengonsumsi makanan, latihan fisik serta pola-pola kebiasaan hidup lainnya. Perkembangan kekuatan tulang dan otot mulai berkurang dan melemah setelah usia 30-35 tahun, tetapi kecekatan, keterampilan, dan kelenturan masih bias bertahan sampai usia 35-40 tahun, setelah itu fungsi aspek-aspek fisik mulai berkurang.
Usia dewasa muda merupakan usia yang secara fisik sangat sehat, kuat, dan cekatan, dengan tenaga yang cukup besar. Masa dewasa muda juga merupakan masa untuk berumah tangga dan melahirkan keturunan. Fungsi-fungsi pengembangan keturunan yang sudah matang pada akhir masa remaja, direalisasikan pada masa dewasa muda. Masa ini merupakan masa yang cukup baik untuk membina rumah tangga, melahirkan, dan membina keturunan.
2.      Perkembangan Intelek
Beberapa ahli psikologi dan pengukuran menyatakan bahwa pada masa dewasa muda tidak ada peningkatan IQ yang berarti. Paling tinggi pada masa ini IQ meningkat 5 point. Walaupun demikian, kualitas kemampuan berpikir kelompok dewasa muda masih terus berkembang, lebih meluas atau komprehensif dan mendalam. Keluasan dan kedalaman kemampuan berpikir ini dipengaruhi oleh pengetahuan dan informasi yang dikuasai. Makin tinggi dan luas ilmu, pengetahuan dan informasi yang dimiliki makin tinggi kualitas kemampuan berpikir.
3.      Perkembangan Moral
Tentang perkembangan moral pada pria dan wanita, ada yang menyatakan sama tetapi ada juga yang menyatakan berbeda. Sigmun Freud, berpendapat bahwa perkembangan moral pada wanita lebih rendah dibandingkan dengan pria. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Kohlberg pengembang teori moral kognitif. Namun demikian, beberapa penelitian, menyimpulkan, bahwa tidak ada perbedaan yang nyata tentang perkembangan moral pada pria dengan wanita. Perbedaan yang ada bukan disebabkan oleh faktor jenis kelamin, tetapi lebih banyak disebabkan oleh tingkat pendidikan dan profesi.
4.      Pengembangan Karier
Orang bekerja bukan hanya untuk mendapatkan nafkah, tetapi juga untuk mengembangkan karier. Dalam pengembangan karier, pemilihan dan perencanaan karier menjadi hal yang sangat penting, sebab hal ini menentukan karier seseorang selanjutnya, bahkan menentukan kehidupannya. Sejalan dengan berlangsungnya proses perubahan persepsi tentang hak dan derajat wanita, dewasa ini pengembangan karier bukan hanya milik kaum pria, tetapi juga kaum wanita. Dewasa ini telah lebih banyak jumlah wanita yang berkarier dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Banyak kaum wanita yang menunda pernikahan, menunda punya anak, bahkan tidak menikah demi pengembangan karier.

B.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Orang Dewasa
Ada beberapa faktor tertentu dalam kehidupan orang dewasa yang akan mempermudah perkembangan orang dewasa tersebut. Faktor yang paling berpengaruh tersebut adalah: (1) kekuatan fisik; (2) kemampuan motorik; (3) kemampuan mental; (4) motivasi untuk berkembang; dan (5) model peran.
1.      Kekuatan Fisik
Kekuatan fisik yang prima pada orang dewasa, memungkinkan mereka untuk optimal dalam bekerja, berkeluarga, memperoleh keturunan, dan mengelola kehidupan keluarganya. Sebaliknya kekuatan fisik yang tidak prima menghambat orang dewasa untuk mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan orang dewasa dan dapat menggagalkan sebagian atau secara total tugas-tugas perkembangan orang dewasa.
2.      Kemampuan Motorik
Kemampuan motorik ini mempunyai hubungan yang positif dengan kondisi fisik yang kuat dan kesehatan yang baik. Kondisi fisik yang kuat dan kesehatan yang baik memungkinkan orang dewasa melatih keterampilan-keterampilannya secara lebih baik. Dengan bekal kemampuan motorik yang sangat baik, orang dewasa dapat melaksanakan dengan baik kegiatan-kegiatan dalam lingkup tugas-tugas perkembangannya. Orang dewasa yang mempunyai kemampuan motorik yang baik akan dengan cepat menguasai keterampilan-keterampilan dalam berolahraga dan berkarya. Hal ini memudahkan mereka untuk bergaul dan berkomunikasi baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan pekerjaan.

3.      Kemampuan Mental
Kemampuan mental yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada situasi-situasi baru adalah mengingat kembali hal-hal yang dulu pernah dipelajari, penalaran analogis dan berpikir kreatif. Kemampuan mental ini mencapai puncaknya dalam usia duapuluhan, kemudian sedikit demi sedikit menurun. Kemampuan mental yang dimiliki orang dewasa ini sangat penting kedudukannya dalam menyesuaikan diri terhadap tugas-tugas perkembangan, jauh melebihi pentingnya kemampuan motorik. Kemampuan mental seperti penalaran dengan menggunakan analogi, mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, dan berpikir secara kreatif sangat diperlukan dalam mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap keterampilan-keterampilan dan kecakapan-kecakapan yang dituntut oleh tugas-tugas perkembangan orang dewasa.
4.      Motivasi untuk Berkembang
Motivasi untuk berkembang memiliki peranan yang strategis dalam perkembangan orang dewasa. Individu yang merasa butuh dan perlu untuk menguasai tugas-tugas perkembangan orang dewasa cenderung mengarahkan perilakunya kea rah tugas-tugas perkembangan orang dewasa. Sebaliknya individu yang tidak memiliki motivasi untuk berkembang menjadi orang dewasa individu tersebut cenderung mengabaikan tugas-tugas perkembangan orang dewasa yang harus dikuasainya.
5.      Model Peran
Faktor lingkungan perkembangan orang dewasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan orang dewasa. Orang dewasa yang berinteraksi dengan orang dewasa lainnya mempunyai model peran untuk diteladani. Karena berinteraksi dengan orang dewasa lainnya mereka memperoleh motivasi untuk mencontoh perilaku sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dianut oleh masyarakat orang dewasa. Sebaliknya orang dewasa yang masih berinteraksi dengan remaja dan mengikuti garis-garis perilaku remaja akan tetap berperilaku seperti remaja dan bukan pola perilaku orang dewasa. Jika mereka tetap dalam status ketergantungan, mereka hampir tidak memperoleh kesempatan atau motivasi untuk menguasai tugas-tugas perkembangan orang dewasa.

C.      Perbedaan Individual Orang Dewasa

A.    Perbedaan Dalam Minat

1.      Minat Pribadi


a.       Penampilan
Minat terhadap penampilan sangat kuat bagi pria dan wanita dewasa pada umumnya. Banyak hal yang dipelajari oleh pria dan wanita deawasa untuk memperoleh penampilan yang memuaskannya dan untuk memperoleh manfaat yang lebih besar daripadanya. Penampilan fisik yang diminati meliputi tinggi dan berat badan serta raut wajah. Untuk keperluan penampilan fisik itulah maka banyak orang dewasa yang mempelajari cara-cara diet, melakukan olahraga, dan mempelajari cara-cara penampilan diri yang menarik.
b.      Pakaian dan Perhiasan
Perhatian terhadap pakaian dan perhiasan tetap berperan kuat dalam masa dewasa. Orang-orang dewasa sangat sadar bahwa keberhasilan dalam banyak hubungan sosial dan berbagai bidang kegiatan, banyak dipengaruhi oleh penampilan pakaian dan perhiasannya.
c.       Uang
Orang dewasa lebih tertarik pada uang karena uang dapat memenuhi kebutuhannya. Berbagai masalah yang ditimbulkan uang berasal dari kurangnya pengetahuan bagaimana memanfaatkan uang secara bijaksana atau karena terbawa kebiasaan sewaktu masih remaja.
d.      Agama
Orang dewasa umumnya menaruh cukup perhatian pada agama, orang tua sering merasa bahwa mengajarkan dasar-dasar agama yang dianut kepada anak-anak merupakan tanggung jawab moral sebagai orang tua, dan kewajiban untuk member teladan kepada anak-anaknya.
2.      Minat Rekreasi
Istilah rekreasi diartikan sebagai kegiatan yang memberikan kesegaran atau mengembalikan kekuatan dan kesegaran psikologis sesudah lelah bekerja atau sesudah mengalami keresahan psikologis. Fungsi rekreasi sama dengan fungsi bermain pada masa kanak-kanak. Meskipun demikian rekreasi orang dewasa lain dari permainan kanak-kanak ataupun remaja. Meskipun demikian, terdapat banyak kesempatan, banyak orang dewasa tidak mendapatkan kepuasan dari kegiatan rekreasi mereka. Salah satu masalah penyesuaian utama ialah bahwa mereka masih harus belajar bagaimana menggunakan waktu luang secara menyenangkan.
Banyak faktor yang mempengaruhi pola rekreasi orang dewasa. Beberapa faktor tersebut adalah:
a.       Kesehatan,
b.      Waktu,
c.       Status perkawinan,
d.      Status sosial ekonomi,
e.       Jenis kelamin,
f.       Penerimaan sosial.

3.      Minat Sosial
Semua orang dewasa mesti memiliki posisi dalam kehidupan sosial, entah itu dalam lingkungan sosial secara luas, atau lingkungan sekolah atau perguruan tinggi, atau pun lingkungan keluarganya. Posisi-posisi tersebut menantang orang dewasa untuk berperan di dalamnya dan mengadakan aktivitas tertentu seirama dengan peranannya tersebut. Para orang dewasa jelas memiliki peranan, apakah sebagai pemimpian atau yang lainnya. Orang dewasa pada umumnya mempunyai cita-cita atau arah tujuan hidup bermasyarakat.
Beberapa faktor yang mempengaruhi minat dan aktivitas sosial orang dewasa adalah sebagai berikut:
a.       Mobilitas Sosial
b.      Status sosial ekonomi
c.       Lamanya tinggal dalam suatu kelompok masyarakat
d.      Kelas sosial
e.       Lingkungan
f.       Jenis kelamin
g.      Umur kematangan seksual
h.      Urutan kelahiran
i.        Keanggotaan dari tempat beribadah.

B.     Kepribadian
Kualitas perilaku orang dewasa itu bersifat khas sehingga dapat dibedakan individu orang dewasa yang satu dari yang lainnya. Keunikan tersebut didukung oleh struktur organisasi ciri-ciri jiwa raganya yang terbentuk secara dinamis. Ciri-ciri kepribadian orang dewasa yang tampak dalam interaksinya dengan lingkungannya, antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Karakter, yang mengacu pada teguh tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat, dan sebagainya.
2.      Termperamen, yang mengacu pada cepat atau lambatnya bereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang dating dari lingkungannya.
3.      Sikap, yang mengacu pada positif atau negative atau ambivalensinya sambutannya terhadap objek-objek.
4.      Stabilitas emosional, yang mengacu pada mudah tidaknya tersinggung, marah, menangis, atau putus asa.
5.      Tanggung jawab, yang mengacu pada menerima atau cuci tangan atau melarikan diri dari resiko, atas tindakan dan perbuatannya.
6.      Sosiabilitas, yang mengacu pada keterbukaan atau ketertutupan dirinya serta kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain.

C.     Kecakapan
Kecakapan orang dewasa yang satu dengan yang orang dewasa lainnya berbeda. Orang dewasa yang tampak dapat bertindak secara cepat, tepat, dan dengan mudah, lazim dikenal orang yang cakap. Dalam istilah psikologis orang tersebut disebut sebagai orang yang berperilaku inteligen.

D.    Kebutuhan-kebutuhan Orang Dewasa
Teori Biologis (biogenic theories) yang menyangkut proses biologis yang lebih menekankan pada mekanisme pembawaan biologis, seperti instink dan kebutuhan-kebutuhan biologis. Dan teori sosiologis (sosiogenetic theories) lebih menekankan pada pengaruh kebudayaan atau kehidupan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa orang dewasa melakukan aktivitas karena didorong oleh adanya faktor-faktor biologis serta adanya pengaruh perkembangan budaya manusia
Murray dan Edwards mengungkapkan limabelas aspek kebutuhan orang dewasa, yaitu sebagai berikut:
1.      Kebutuhan berprestasi (achievement)
Mengacu pada doronganuntuk mencapai hasil sebaik mungkin, dan lain sebagainya.
2.      Kebutuhan rasa hormat (deference)
Mengacu pada dorongan untuk mendapat pengaruh dari orang lain, dan lain sebagainya.
3.      Kebutuhan keteraturan (order)
Mengacu pada dorongan untuk melakukan pekerjaan secara rapi serta teratur dan lain sebagainya.
4.      Kebutuhan memperlihatkan diri (exhibition)
Mengacu pada dorongan untuk memperlihatkan diri agar menjadi pusat perhatian orang dan lain sebagainya.
5.      Kebutuhan otonomi (autonomy)
Mengacu pada dorongan untuk menyatakan kebebasan diri dalam berbuat atau mengatakan apapun dan lain sebagainya.
6.      Kebutuhan afiliasi (affiliation)
Mengacu pada dorongan untuk setia kawan, dan lain sebagainya.
7.      Kebutuhan intrasepsi (intraception)
Mengacu pada dorongan untuk menganalisis motif dan perasaan diri dan lain sebagainya.
8.      Kebutuhan berlindung (succorance)
Mengacu pada dorongan untuk memperoleh bantuan orang lain apabila mendapat kesulitan dan lain sebagainya.
9.      Kebutuhan dominan (dominance)
Mengacu pada dorongan untuk membantah pendapat orang lain dan lain sebagainya.
10.  Kebutuhan merendah (abasement)
Mengacu pada dorongan untuk mengakui berdosa apabila berbuat keliru dan lain sebagainya.
11.  Kebutuhan memberi bantuan (nurturance)
Mengacu pada dorongan untuk menolong kawan yang kesulitan dan lain sebagainya.
12.  Kebutuhan perubahan (change)
Mengacu pada dorongan untuk menggarap hal-hal yang baru dan lain sebagainya.
13.  Kebutuhan ketekunan (endurance)
Mengacu pada dorongan untuk bertahan pada suatu pekerjaan hingga selesai dan lain sebagainya.
14.   Kebutuhan heteroseksualitas (heterosexuality)
Mengacu pada dorongan untuk bepergian dengan kelompok yang berlawanan jenis kelamin dan lain sebagainya.
15.  Kebutuhan agresi (aggression)
Mengacu pada dorongan untuk menyerang pandangan yang berbeda dan lain sebagainya.
Di antara kebutuhan utama dan kuat yang mendorong individu orang dewasa untuk hidup berkeluarga adalah kebutuhan material, kebutuhan seksual, dan kebutuhan psikologis. Tetapi dari segi psikologi, kebutuhan utama dan terkuat untuk berkeluarga bagi orang dewasa adalah kebutuhan akan cinta, rasa aman, pengakuan, dan persahabatan.
BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Masa dewasa adalah masa tenang setelah mengalami berbagai aspek gejolak perkembangan pada masa remaja. Masa dewasa juga merupakan masa pematangan kemampuan dan  karakteristik yang telah dicapai pada masa remaja.
Karakteristik perkembangan orang dewasa terbagi menjadi 4 perkembangan, yaitu:
1.      Perkembangan fisik,
2.      Perkembangan intelek,
3.      Perkembangan moral,
4.      Pengembangan karier.
Adapun yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan orang dewasa adalah sebagai berikut:
1.      Kekuatan fisik,
2.      Kemampuan motorik,
3.      Kemampuan mental,
4.      Motivasi untuk berkembang,
5.      Model peran.
Sementara yang menjadi perbedaan individual orang dewasa dengan yang lainnya, adalah:
1.      Perbedaan dalam minat,
2.      Kepribadian,
3.      Kecakapan.
Dan kebutuhan orang dewasa, menurut Murray dan Edwards terdapat limabelas aspek, yaitu sebagai berikut:
1.      Kebutuhan berprestasi
2.      Kebutuhan rasa hormat
3.      Kebutuhan keteraturan
4.      Kebutuhan memperlihatkan diri
5.      Kebutuhan otonomi
6.      Kebutuhan afiliasi
7.      Kebutuhan intrasepsi
8.      Kebutuhan berlindung
9.      Kebutuhan dominan
10.  Kebutuhan merendah
11.  Kebutuhan memberi bantuan
12.  Kebutuhan perubahan
13.  Kebutuhan ketekunan
14.  Kebutuhan heteroseksualitas
15.  Kebutuhan agresi.

DAFTAR PUSTAKA


Mappire, Andi. 1983, Psikologi Orang Dewasa. Surabaya: Usaha Nasional.
Nurihsan, Juntika. 2000, Bimbingan dan Konseling untuk Orang Dewasa. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sumantri, Mulyani dan Nana Syaodih. 2008, Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar